
Vibes lagu Hiphip Hura tidak lagi sebahagia itu bagi siswa dan siswi kelas XII SMA Tenera. Sudah semester akhir. Pikiran sudah ke mana-mana, apakah melanjutkan mimpi dan cita-cita atau bagaimana. Perasaan mulai campur aduk.
Ada perasaan ingin segera lulus meninggalkan sekolah yang sudah aku anggap rumah kedua ini. Tapi di sisi lain, sulit untuk meninggalkan tempat yang membantu pertumbuhan dan membangun diri sampai citra saya sejauh ini. Saya senang karena Tenera selalu memberi saya hak bermimpi.
Dari semua mimpi yang saya kumpulkan di Tenera, yang tertinggi adalah kuliah di Colombia atau Harvard University Amerika. Saya rasa itu bukan lagi sekadar mimpi karena saya sudah sangat terobsesi dengan Amerika.
Hampir semua orang bilang lebih baik keliling Eropa saja daripada ke New York. Tapi entah kenapa, kesan hype dan trendi di sana (Eropa) membuat saya merasa itu (Eropa) dunia abang-abang. Saya lebih suka tempat yang hangat di tengah kota. Dia antara gedung pencakar langit dan jalanan yang tak pernah sunyi.
Saya suka kampus-kampus berarsitektur Gothic-Reinnasence dengan perpustakaan besar yang lengkap. Semua terasa sempurna dan suatu kebanggan menginjakkan kaki negeri Paman Sam itu.
Semua mimpi saya amini. Ketakutan terbesar adalah gagal dan tidak menjadi apa-apa. Mungkin ketakutan semua orang sama: gagal. Sudahlah gagal tidak bisa membanggakan orangtua pula seperti kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga.




Leave a Reply