
Saat pertama kali ujian Matematika dan Agama, saya malamnya tidak belajar. Pagi, saya kaget ternyata soal-soalnya susah sekali. Otak saya rasanya pengen keluar. Matematika jauh lebih sulit sampai-sampai saya ingin teriak lalu keluar kelas, tidak ingin ikut ujian.
Tapi, saya ingat bagaimana guru mengajari kami saat di kelas sehingga soal-soal itu saya kerjakan berdasarkan hal itu.
Hari ke-2 saya ujian Bahasa Inggris dan Penjas. Saya merasa soal Bahasa Inggris itu sangat susah, bikin saya mikir sambil melihat ke atas. Saya mikir di atas ada jawabannya tapi ternyata akhirnya tetap remedial. Saya dapat nilai 68.
Saat hari ke-3 saya ujian PKN dan Seni Budaya. Saya melihat ke atas lagi meski soalnya sedikit menjebak dan relatif gampang sebenarnya. Dan kalau saya nggak tahu jawaban, ya ngawur saja. Hari ke-4 mau menangis saat mengerjakan soal Bahasa Indonesia padahal sudah belajar beberapa jam sebelum ujian dimulai.
Tapi anehnya yang saya pelajari pagi itu tidak masuk ke soal ujian. Saya sangat bingung. Entah kenapa selalu mikir dan melihat ke atas selama ujian. Hari terakhir saya menulis pengalaman ujian di kertas. Terima kasih.




Leave a Reply