
Terima kasih ya. Terima kasih karena kamu nggak nyerah waktu semua orang kehilangan kepercayaan dan keyakinan padamu.
Terima kasih karena kamu tetap bangun jam lima pagi buat kejar mimpi, padahal mata kamu sembab karena nangis semalaman. Terima kasih karena kamu memilih memaafkan, bukan membenci. Memilih belajar, bukan menyalahkan diri.
Aku tahu dulu kamu sering merasa “nggak cukup”. Kamu bandingin diri sama orang lain. Kamu takut gagal. Tapi, justru dari semua rasa takut, insecure, dan jatuh itu kita jadi sekuat ini sekarang. Semua luka yang kamu jahit sendiri sekarang jadi kekuatan kita.Aku bangga sama kamu. Banget!
Kalau kamu lagi baca surat ini, berarti kita berhasil sejauh ini. Aku harap kamu masih ingat mimpi-mimpi konyol kita sekarang. Iya, yang ingin buka usaha kecil. Yang ingin keliling Indonesia, yang mau bikin orangtua bangga.
Aku harap kamu belum jadi orang yang sinis. Tetap lembut ya, tetap menolong orang. Kalau sekarang kamu lagi capek, ingat: kita udah sejauh ini. Jangan lupa istirahat. Kalau kamu sudah berhasil, jangan lupa bersyukur dan jangan sombong. Tetap jadi orang yang dulu pernah “nggak punya apa-apa” itu.
Tolong jaga kesehatan. Tolong jaga hati. Tolong jangan lupa sama orang-orang yang dari awal percaya sama kita. Aku titip diri kita ya. Jaga baik-baik. Sampai ketemu di masa depan.




Leave a Reply