Bazar Penuh Cinta dengan Sedikit Kendala yang Tak Mengapa

Dok. Wikihow

Siang itu suasana di Guest House penuh aroma. Wangi es teh, sirup, es timun, bakso kuah, pop mie, gorengan, dan bakaran memenuhi udara sekaligus merayu pengunjung bazar Sikola Kumpul Galo 2 berbelanja. Bazar yang setiap tahun diadakan Tenera itu diambil dari bahasa Bengkulu yang berarti “sinilah kumpul bersama”. 

Bazar dimulai tanggal 14 sampai 18 Oktober 2025, dibuka Bu Opi selaku Ketua Yayasan Tenera dan Direktur Utama PT. Agricinal Pak Immanuel ditemani opung tercinta. Camat Putri Hijau Agus Mujahidin dan Camat Margasakti Sebelat bapak Erizul juga datang. Di tengah mereka dan warga Tenera, hadir pula ibu-ibu PKK peserta lomba senam yang paling heboh dan ramai.

Perlombaan di bazar kali ini yaitu senam kreasi ibu-ibu PKK, turnamen bola voli putri, lomba jurnalistik SMP, SMA dan SMK sederajat serta untuk yang terakhir ada lomba mewarnai anak TK dan SD. Untuk jenjang SD perlombaan itu mengambil tema kebinekaan. Bazar diisi dengan berbagai macam pertunjukan seni dari jenjang TK sampai SMA.

Permainan musik kolintang lagu “Tabola Bale dan Stecu” memeriahkan pembukaan. Dengan kompak dan gembira seluruh pengunjung bazar juga menyanyikan lagu mars Tenera bersama-sama. Tari Tor Tor membuat suasana hidup. Pengunjung semakin gembira. Mereka ikut bergoyang, menari bersama. Tari Banana Cha-cha dari TK Tenera tak kalah seru. Para penari cilik itu begitu lucu dan energik—anak-anak TK memang selalu ditunggu-tunggu, terlebih lagi bagi orangtua yang tersenyum bangga karena melihat buah hati mereka percaya diri di atas panggung.

Hari ketiga bazar diisi tari kreasi SD Tenera. Euforia penonton dipuncaki tepuk tangan yang keras dan meriah. Dalam tepuk tangan itu terselip pula apresiasi untuk para guru pembimbing. Tari kreasi Bengkulu: Pane Meun mengantar pengunjung menikmati hari keempat bazar. Sebagian besar penonton diam, terkesima akan tarian tersebut.

Bazar makin pecah di hari kelima karena para pengunjung dan tamu undangan dari perwakilan ibu-ibu PKK dan PII PT. Agricinal ramai-ramai menyumbangkan suara emas mereka, bergembira ria di atas panggung.  Di tengah hiruk pikuk itu, Bu Juni sebagai ketua panitia selalu mengamati setiap stand. Dia berkeliling, matanya awas, dan sesekali tersenyum ceria melihat anak-anak Tenera mampu bekerja sama dan bertanggung jawab saat melayani pembeli. Tanda, bahwa semangat wirausaha sudah tertanam dalam diri anak-anak  Tenera. 

Dalam bazar ada tenda berisi karya siswa-siswi dan guru-guru Tenera. Karya-karya tersebut sangat unik, lucu, dan menarik. Dalam tenda turut dipajang tulisan untuk Nyalanya yang dibaca pengunjung. Stand Mathagia menjual berbagai macam barang kesukaan. Ada kosmetik, tas, perhiasan, jajanan, mainan, dan lain sebagainya. Mathagia masih mengusung tagline macam PALUGADA (Apa Lu Mau Gua Ada) sepanjang bazar. Untuk pengunjung yang suka jajan minuman, bakaran, gorengan, soto, bakso, atau lauk-pauk tidak perlu risau karena semua ada di bazar. Pokoknya semua lengkap tersedia. 

Pengunjung yang suka bergaya demi pamer-pamer foto untuk konten FB pro tinggal menuju bilik foto di stand Sikola Foto-foto. Jika anak menangis dan rewel, tenang, ada tenda permainan dengan aneka jenis ketangkasan seperti mandi bola dan main pasir. Di sana anak-anak juga diajak utuk mewarnai gambar. Harga murah meriah bikin bahagia. Sudah lengkap rasanya stand yang disediakan panitia.

Semua perlombaan berjalan dengan lancar tetapi ada sedikit kendala pada masalah cuaca yakni hujan. Tetapi bulan Oktober memanglah musimnya turun hujan tapi tidak menjadi kendala besar untuk khususnya bagi semua tim bola voli putri. Mereka tetap bertanding dengan riang gembira dan sportif. 

Turnamen bola voli putri dimenangkan tim Desa Kota Bani. Lomba senam kreasi dimenangkan Desa Air Putih. Lomba mewarnai anak TK dimenangkan TK dari Desa Karang Pulau. Lomba menggambar sekaligus mewarnai dimenangkan anak anak dari SD Tenera kemudian lomba jurnalistik dimenangkan SMAN 7 Bengkulu Utara. Selamat untuk para pemenang lomba.

Bazar Sikola Kumpul Galo membuktikan bahwa tak ada jarak antara para guru dan siswa-siswi. Mereka mampu berwirausaha. Mereka tidak gegar bekerja sama, mengusung kreativitas, bertanggung jawab, dan berkomunikasi dengan baik serta memiliki rasa percaya diri dalam memasarkan produk. Satu bukti pula bahwa pembelajaran tidak hanya dilakukan dan diajarkan di dalam kelas tetapi dapat melalui kegiatan positif seperti bazar.