
Liburan sekolah kemarin sebenarnya sangat membosankan. Hampir tidak ada yang seru. Saya hanya tidur, beres-beres rumah, makan, mandi, dan main HP. Begitu terus setiap hari. Hari ini adalah perulangan kemarin dan seterusnya.
Dua hari sebelum masuk sekolah, saya dan seorang teman quality time berdua. Kami beli makanan dan minuman favorit ciwi-ciwi di sekolah. Ada boba, dimsum mentai, seblak, dan banyak lagi yang lainya.
Sebelum menyantap camilan itu sebenarnya saya sudah makan nasi di rumah. Kenyang, tapi sayang kan jajanan seenak itu dianggurin sehingga saya makan semuanya terus minum air putih dua gelas. Beh, rasaya perut ini mau meledak.
Tidak lama kemudian kami pulang. Sebla dan dimsum aku nikmati sendiri. Sebenarnya saya terpaksa menghabiskan dua makanan itu karena pert ini sudah tidak muat lagi. Namun, saya sayang dengan uang yang sudah saya keluarkan untuk membelinya. Yang tersisa hanya boba.
Kami belok ke toko guru kami. Saat sampai kami segera meletakkan boba dan dimsum teman saya ke meja kasir. Kebetulan guruku sendiri yang jaga toko. “Wah, tahu aja kalau ibu lagi lapar,” kata guru kami semringah.
“Nah! Bu, makanlah ini semua,” jawab kami tak kalah semringah.
Akhirnya kami pulang ke rumah dengan perasaan lega. Sebab, uang yang kami habiskan tidaklah sia-sia. Sekian cerita saya, terima kasih sudah membaca.




Leave a Reply