
Gairah dalam mendukung sekaligus mengikuti kabar Tim Nasional (Timnas) sepak bola Indonesia datang lagi ketika Shin Tae Yong (STY) menjadi pelatih. Gairah ini sudah lama hilang, mungkin terakhir kali saya rasakan ketika era Bambang Pamungkas masih jadi langganan Timnas.
Namun, beberapa hari lalu STY dipecat. Mulanya saya kecewa dengan pemecatan itu. Tidak dipungkiri bahwa di tangan Timnas banyak perubahan ketika diarsiteki STY. Dari segi permainan, taktik sampai mental membaik apalagi ditambah dengan pemain diaspora.
Patrick Kluivert resmi ditunjuk PSSI menggantikan STY. Awalnya sih saya kurang yakin karena rekam jejaknya pada saat melatih Curacao jelek. Namun, saya mulai berpikiran positif karena Kluivert akan ditemani dua assisten pelatih terutama Alex Pastor yang dijuluki professor taktik di negaranya. Menurut saya nanti yang akan menjadi juru taktik adalah Alex Pastor dan Denny Landzat.
Berbeda dengan Patrick Kluivert yang tak punya banyak pengalaman melatih dan gelar juara, Alex Pastoor punya catatan yang cukup bagus. Dia punya jam terbang tinggi di Belanda, baik sebagai pelatih kepala maupun asisten. Almere City jadi klub terakhir yang dibesut Alex Pastoor. Dari 100 pertandingan ia memberikan 41 kemenangan.
Setelah membawa Excelsior promosi ke level tertinggi, Alex Pastoor mengulang prestasi itu bersama Sparta Rotterdam pada musim 2015/2016. Kali ini, Pastoor melakukan dengan cara lebih baik. Sebab, Sparta Rotterdam promosi dengan status juara liga.
Denny Landzaat sebenarnya lebih terkenal sebagai pemain daripada pelatih. Ia pernah memperkuat Wigan di Liga Inggris dan menjadi bagian Timnas Belanda di Piala Dunia 2006. Setelah pensiun sebagai pesepakbola, Denny melanjutkan karier sebagai asisten pelatih di banyak tempat. Dari mulai Jong AZ, Feyenoord, Al Ittihad, Al Taawoun, Lech Poznan, sampai Ferencvaros,
Nah, kenapa Patrick Kluivert ini dijadikan pelatih kepala karena untuk menarik pemain diaspora yang susah didapatkan. Patrick Kluivert adalah salah satu legenda sepak bola belanda. Dampak lainya yaitu Indonesia akan lebih mendunia. Contohnya saja Fabrizio Romano (pundit transfer sepak bola) yang dikenal dengan here we go aja memberitakan kedatangan sang pelatih ke Indonesia.
Menurut saya ini bukan blunder yang dilakukan oleh PSSI tetapi awal dari kebangkitan Timnas. Saya yakin Timnas akan lolos ke putaran berikutnya pada babak penyisihan piala dunia. Yang jelas tongkat estafet sudah diserahkan ke pelatih baru, kami berharap tidak ada lagi kata proses, karena proses itu sudah dilakukan STY.




Leave a Reply