
Kak Ririn. Begitu saya memanggilnya. Rumahnya persis di samping rumah saya. Kami tetanggaan. Tetangga dekat lho.
Kak Ririn orangnya baik banget. Suatu hari saya kan buka sendirian karena orangtua sedang pergi. Tiba-tiba Kak Ririn nongol di rumah saya. Katanya mau menemani berbuka puasa biar saya tidak sendirian.
Aku terharu. Ternyata tetangga tahu aku berbuka sendirian dan segera datang. Mana ada yang beginian di kota. Hanya ada di Agricinal deh kayaknya.
Kami memang tidak selalu akur. Seperti para tetangga pada umumnya, ada saja yang bikin pertengkaran terjadi. Namun, kami tidak pernah lama berantemnya karena saling menyayangi. Namanya juga tetangga, harus saling menghormati dan menyayangi juga kan?
Sekian cerita dari saya




Leave a Reply