Cinta pertama tidak selalu soal wanita. Bahkan banyak cara untuk mengungkapkan yang namanya cinta. Contohnya saya. Cinta pertama saya jatuh kepada klub bola asal Inggris. Manchester United (MU).
Siapa yang tidak tau tentang klub ini, klub yang booming, menggelegar dan membahana pada zamannya. Memiliki jutaan pengikut terbanyak di dunia, peraih 20 gelar liga terbanyak sampai saat ini di kompetisi tertinggi liga Inggris. Dengan ciri khas baju berwarna merah, selalu tampil trengginas sehingga dijuluki dengan nama setan merah. Siapapun yang menjadi pendukung pasti ada rasa bangga.
Saat itu tahun 2003. Pertama kalinya saya nonton MU vs Liverpool. Pertama kali juga saya lihat Christiano Ronaldo ( CR7 ) bermain untuk MU setelah ditransfer dari Sporting Lisbon. Selayaknya laki-laki sedang jatuh cinta, campur aduk perasaan yang saya rasakan pada saat itu.
Senang, karena bisa nonton klub kebanggaan lewat TV yang cukup besar dan jernih gambarnya. Soalnya TV di rumah banyak gambar semutnya. Sedihnya saya harus menempuh jarak 3 km untuk bisa ke tempat saya nonton.
Saya sadar bahwa memelihara cinta itu memang perlu pengorbanan. Pertemuan cinta pertama tak selamanya punya kisah indah karena saat itu MU kalah 2-1 dari Liverpool. Gak papa, karena hidup selalu mengajarkan tentang artinya kesetiaan dengan memberikan ujian berbagai macam bentuk kekalahan.
Yang lebih menyedihkan lagi, MU tahun ini harus berjuang dari dasar klasemen. Dari 20 klub di liga, MU berada di urutan 14. Jutaan fans sekarang hanya bisa berdoa agar klub kebanggan ini tidak terdegradasi ke Championship atau liga dua Inggris.
Pernah terpikir kenapa gak dijual aja ini klub daripada tiap pekan selalu meyakiti hati jutaan para fans di dunia. Kan lumayan hasil dari penjualan bisa dipakai untuk buka usaha kedai seblak ndower. #GGMU




Leave a Reply