Dirgahayu RI di SD Tenera

Dok. Youtube Ory Channel

Tanggal 17 Agustus adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Awal bulan Agustus sudah terasa aura kemerdekaannya. Setiap jalan yang dilewati sudah banyak hiasan nuansa merah putih. Umbul-umbul menghiasi setiap sudut desa dan lembaga-lembaga pemerintahan, begitu juga di SD Tenera.

Kami, guru-guru bersama seluruh siswa bekerja sama membuat hiasan 17-an. Seperti tahun-tahun sebelumnya sekolah  mengadakan lomba kebersihan kelas dengan nuansa kemerdekaan. Anak-anak sangat antusias menyambut kegiatan tahunan itu. Mereka tidak pernah bosan menyambut hari kemerdekaan Indonesia dan yang paling ditunggu-tunggu adalah perlombaannya.

Tahun ini SD Tenera mengadakan lomba yang  dilaksanakan hari Selasa  tanggal 19 Agustus 2025. Kami mengadakan lomba menghias dan menanam taman sekolah, PBB  dengan mata tertutup, estafet makan kerupuk, dan lomba kebersihan kelas. Semua jenis lomba dilakukan secara kelompok. 

Pukul 07.30 WIB lomba menghias dan menanam tanaman sekolah dimulai. Anak-anak mencari lalu mengangkat batu dari jalan, ditatah menjadi taman. Sebagian anak ada yang merumput. Mengangkat bibit tanaman untuk ditanam. Kelompok kami menanam satu jenis tanaman saja yaitu kunyit. Setelah semua dibentuk dan dibersihkan anak-anak pun mulai menanam bibit kunyit, tidak lupa disiram supaya tumbuh.

Kemudian lomba PBB dengan mata tertutup. Tiap kelompok yang mengikuti lomba ini berjumlah delapan orang. Sementara kelompok kami jumlahnya 11 orang sehingga kami putuskan  anak  kelas 1 dan 2 tidak ikut karena belum paham tentang baris berbaris.

Lomba terakhir adalah lomba estafet  makan kerupuk. Jumlah pesertanya dua orang. Anak-anak sangat antusias. Semua mau ikut makan kerupuk. Saya jadi bingung menentukan pilihan siapa yang mewakili kelompok. Akhirnya kami putuskan suit, yang menang dialah yang ikut lomba.

Tidak terasa hari sudah siang. Semua lomba sudah selesai tapi anak-anak merasa masih kurang. Mereka bilang bilang lombanya terlalu sedikit. Anak kelas 1 dan 2 merasa belum ikut lomba. Mereka masih ingin ikut lomba balap karung dan estafet air seperti tahun lalu karena tahun ini lombanya lebih seru.

Untuk menghibur mereka, saya jawab bahwa tahun depan kita buat lombanya dan anak-anak pun langsung senang. Tibalah giliran pengumuman pemenang, ternyata kelompok kami tidak ada yang  juara, tetapi tidak apa-apa karena menang kalah itu biasa. Sebab, semangat lombanya yang tidak boleh padam karena masih ada kesempatan di tahun-tahun yang akan datang dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Merdeka!