
Halo semuanya, apa kabar? Bagaimana Lebaran tahun ini? Mudik nggak? THR-nya banyak gak?
Sebelum menulis kisah ini, perkenalkan aku Syalom Mikha, kelas 9 SMP Tenera mengucapkan minal aidin walfaizin dan mohon maaf lahir dan batin. Oke, mari kita mulai cerita sederhana ini.
Ngomong-ngomong soal Lebaran, seperti tahun-tahun sebelumnya saja. Aku dan keluarga mudik ke rumah mbah di Ketahun. Waktu tempuhnya cuma dua jam saja dari rumah kami. Bisa dibilang cukup dekat lah.
Sebenarnya mamaku agak ragu mudik ke rumah mbah. Soalnya ekonomi di mana-mana lagi sulit. Sedang tidak stabil dan untuk mudik perlu uang yang tidak sedikit. Biayanya lumayan meski dekat, buat beli buah tangan dan terutama THR untuk keluarga atau saudara yang kami kunjungi.
Namun, dengan sejumlah pertimbangan kami akhirnya mudik juga. Kami berangkat tepat di hari pertama Lebaran. Kami berkunjung ke rumah mbah buyut kemudian silaturahmi ke kediaman budhe dan bibi. Kami menginap di sana selama dua hari.
Aku mendapatkan THR ketika mengunjungi rumah semua saudara. Tepat kan dugaanku bahwa ekonomi sekarang sedang sulit-sulitnya. Itu terlihat dari besaran THR yang aku dapatkan, menurun dibanding tahun lalu. Ada yang samaan nggak?




Leave a Reply