
Bulan Agustus ini aku turut memeriahkan kemerdekaan indonesia. Aku dipilih untuk membawakan tarian daerah dalam pembukaan kemerdekaan. Kami selalu latihan sepulang sekolah sampe sore selama beberapa hari. Pulang sudah sore mau cuci piring air gak hidup. Ya wis besok aku lihat apa yang rusak.
Kebetulan besoknya kami tidak latihan tari karena ada pertandingan voli. Pas banget waktunya liat Sanyo mana tahu ada yang putus kabelnya. Aku jemput anak kemudian bawa dia lihat sumur. Kebetulan teteh-nya lagi gak menginap di Afdeling 10.
Jadi aku menggendong anak bujangku itu memeriksa Sanyo ke sumur. Aku tengok gak ada yang putus, kabel nyambung semua. Mungkin kabel di atas dekat tangga. Ketika aku naik ke atas tiba-tiba kakiku keplituk. Astaghfirullah halazim, ya Allah sakit banget. Aku terduduk tidak bisa bangun.
Kakiku bengkak. Untung gak guling ke bawah. Alhamdulillah. Aku jalan, tertatih. Meski sakit aku lanjut langsung ke lapangan voli ajak anak nonton karena sepi di rumah gak ada kawan. Teman- teman bertanya tentang kakiku. “Sakit keplituk pas lagi mau nengok Sanyo,” jawabku.
Sambil nonton makan jajan, jalan pincang. Lanjut saja, masih bisa jalan kok. Pikiranku berapa hari sembuh ini, biarlah gak usah diurut. Namun besoknya tambah bengkak kaki ini, sakit banget. Buat duduk salat terasa kali. Mau nekuk sakit. Tapi yo wis bawa enjoy aja. Masih bisa latihan tari, cari jamur. Ah bentar lagi sembuh ini, begitu pikirku.
Tapi sudah satu minggu gak sembuh-sembuh padahal mampuslah aku hari Minggu mau tampil, gak bisa gini. Mau urut tapi takut. Nah pas hari Sabtu ada Bi Yana bersama suaminya datang membawa baju anakku menginap kemarin. Tak suruh masuk.
“Tolong lihatkan dulu kakiku Om. Kemarin keplituk pas lihat Sanyo. Jangan kuat-kuat ya om ngurutnya,” pintaku.
Baru dipegang sedikit aku menjerit. Rasanya sakit sekali. Kakiku diurut, ditarik uratnya, ya Allah sakitnya bukan main. Kalau gak malu nangis aku.
“Pelan Om besok aku mau menari. Kalau tambah sakit gak bisa aku nari. Udahlah Om sakit, biarlah gini aja. Udah seminggu ini om sakit kakiku,” keluhku.
“Kenapa gak bilang? Biar diurut kalau sudah satu minggu mau urut tambah sakit,” jawabnya.
Dia menyuruhku mengolesi kaki dengan minyak bawang. Dan wah Alhamdulillah kakiku tidak terlalu sakit lagi. Bisa menari lincah hehe. Kalau gak ingat ikut nari gak mau aku ngurutnya. Tapi ada untungnya di urut kaki, bisa sembuh walau masih sakit sedikit.




Leave a Reply