Gen Y Wajib Baca! Cara Efektif Mengunyah Stress

Dok. Wikihow

Andai nggak ada stress, mungkin hidup ini bakal aman-aman saja. Jaya sentosa selamanya. Namun, apalah arti kehidupan tanpa tantangan. Tanpa dinding-dinding raksasa yang menyiutkan nyali. Sekian persoalan itu bisa dilewati, meski sulit dan mendatangkan stress.

Apalagi ketika persoalan itu datang bertubi-tubi pada mereka yang berusia 30 tahun ke atas. Usia 30an itu rentan kena stress. Pemicunya ada banyak. Buatku ada banyak penyebabnya. Pertama sekaligus paling utama adalah pekerjaan karena rata-rata orang di usia 30 ke atas sudah bekerja.

Kedua, uang. Seperti adagium besar di pedesaan: ada uang abang aku sayang tak ada uang abang aku tendang, begitulah kehidupan ini. Sebenarnya uang tidak menjamin kebahagiaan tetapi bila tidak ada hidup ini akan lebih menderita lagi.

Tiga, masalah di lingkungan sekitar. Seperti masalah orangtua, keluarga sampai tetangga. Mereka sering melontarkan banyak pertanyaan mengerikan yang merobek jantung terutama saat Lebaran. “Mana calonnya?” atau “Kapan menikah?” mendatangkan stress yang berumur panjang.

Pemicu stress selanjutnya adalah penyakit yang mengendap dalam tubuh kita. Sekali lagi, usia 30an itu rentan kena penyakit. Mulanya ngantukan, lalu sering masuk angin sehingga ke mana-mana bawa freshcare atau remason. Badan gampang lemas, pegal linu dan sakit punggung tak bisa ditawar lagi. Apalagi untuk ibu-ibu pasca operasi sesar. Mata dan pandangan mulai kabur-kaburan seperti para peminjam uang dan berbagai penyakit lainnya.

Stress adalah situasi berbahaya. Kerap mendorong kita tergesa mengambil keputusan. Untuk saya sendiri, ada beberapa trik untuk meredam stress sebelum keadaan semakin buruk. Langkah pertama adalah menyempatkan waktu beristirahat, lebih awal dan panjang dari sebelumnya.

Lalu kedepankan logika luaskan hati ketika menghadapi stress. Cara selanjutnya adalah dengan makan. Nikmati makanan atau masakan kesukaan setiap hari sampai lupa. Kalau aku suka bakso maka aku akan makan bakso setiap hari dan memasak makanan favoritku: persambalan dan lalapan. Demi apa? Agar bahagia!

Kemudian hidup bersih seperti biasanya. Tetap mandi dan keramas agar kulit terus bersih dan bersinar. Langkah berikutnya adalah mempercayai teman. Cerita pada teman setiap persoalan agar bebanmu lebih ringan. Bila sulit mempercayai teman, ceritalah pada hewan peliharaan.

Selanjutnya, rileksasi pikiran dengan melihat atau mendekat ke hal-hal yang kamu sukai. Aku senang melihat tanaman bunga dan mencium aromanya yang berbeda-beda. Menurutku itu membuat pikiranku rileks. Belanja atau shoping juga dapat menghilangkan stress asal uangmu banyak.

Terakhir, peluk dan cium orang terdekat. Sebab, pelukan atau sentuhan fisik memicu pelepasan hormon oksitosin yang menenangkan, serta menurunkan kadar kortisol, hormon stres. Selain itu, pelukan juga dapat memberikan rasa nyaman dan dukungan emosional, membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan suasana hati.