Geng Si Berat Tour

Dok. Wikihow

Saat liburan kemarin aku ditemani sahabat orangtua saja. Setiap hari aku membantu pekerjaan dan melakukan hal-hal menyenangkan bersama mereka. Kami Natal bersama, makan malam, sampai keroyokan membuat kue.

Geng mereka punya nama unik. Si Berat Tour julukannya karena ada 21 orang yang sudah bersahabat selama 20 tahun lamanya. Keren, bisa selama itu sahabatan.

Di tengah kesibukan mereka, aku membantu melakukan apa yang aku bisa seperti mencuci piring, mengupasi kulit bawang, dan mengangkat kursi ruang depan. Kenapa harus diangkat? Sebab kami mau makan di lantai beralas tikar bambu seperti di rumah-rumah dalam perkampungan kecil zaman dulu.

Nikmat sekali rasanya makan bersama para sahabat yang menemani selama puluhan tahun di atas tikar beraroma kayu. Kadang, arang kecil yang terkena percikan api melompat ke arah kami seperti mau ikut ngobrol.

Di penghujung tahun, kami merasa bersyukur karena bisa merayakan tahun baru dan liburan bersama. Kami memulainya dengan doa bersama sebelum makan-makan. Keesokan paginya kami pergi mengunjungi pulau-pulau kecil di Lampung. Kami juga membuat video sederhana di atas perahu dengan kamera seadanya bersama geng Si Berat itu.

Ternyata, merayakan sesuatu dengan hal kecil dan sederhana itu memberi rasa hangat di hati kami masing-masing.