Hidup Adalah Keberanian untuk Beranjak

Dok.Wikihow

Aku dikenal sebagai murid biang onar dan nakal saat SMP. Aku senang bolos, berkelahi, dan berbuat sesuka hati. Apa saja yang seru-seru aku main karena ingin merasa bebas. Setiap malam aku bermain, kabur. Sekolah buatku hanya rutinitas sedangkan main adalah kewajiban.

Aku memaknai hidup secara sederhana. Dalam kepalaku, hidup adalah tentang hari ini. Besok ya besok. Pokoknya senang-senang. Sebenarnya waktu itu aku hanya berusaha lari dari kenyataan. Hampir semua orang menganggapku anak tidak baik tetapi aku tidak peduli.

Namun, semua berubah sejak masuk SMA. Lingkungan, wajah-wajah baru, dan pelajaran yang lebih berat membuatku berpikir. Aku mulai mempertanyakan kehidupan. Akan jadi apa aku saat dewasa nanti. Dan untuk pertama kalinya aku merasa takut. Bukan karena orang lain melainkan menyadari betapa kosongnya diriku ini.

Aku mulai ingat mimpi-mimpi kecil sebelum hidupku seberantakan ini. Muncul juga potongan diriku yang dulu, sosok anak kecil yang tak perlu membuktikan apa-apa ke dunia ini.

Sejak saat itu aku mengontrol diriku pelan-pelan. Namun, berubah itu tidak mudah. Aku sempat frustasi saat berupaya mengubah hidup. Ada malam-malam yang ganjil, merayuku untuk kembali bermain-main. Hanya kekuatan tekad yang bisa membantu. Tekad yang datang dari pemahaman bahwa setiap orang punya titik balik agar membuat hidup lebih baik. Bukan untuk orang lain. Perubahan itu untuk diriku sendiri.

Jalan masih panjang. Masih berliku. Namun, tekad akan menuntunku ke jalan yang aku inginkan meski setiap tikungan akan membawa pada sesuatuyang  tak terduga, entah tebing atau malah setapak pengantar gigil. Buatku sekarang perubahan tak perlu sempurna yang penting keberanian dan kekuatan untuk bertahan dari masa lalu. Sebab, masa depan jauh lebih berharga.