
Halo teman-teman semuanya. Pada tulisan kali ini saya akan bercerita pengalaman yang mungkin bisa jadi pelajaran untuk kita semua.
Seperti bulan Agustus yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan, begitu pula kisah ini. Cerita ini tentang perjuangan saya membayar uang kuliah dari hasil kerja keras sendiri. Dari kerja sebagai karyawan PT, mengajar, hingga kerja paruh waktu.
Sampai pada akhirnya kuliah saya selesai lalu saya kembali ke dusun. Saya mencari pekerjaan yang dekat dari rumah. Mathagia menerima saya.
Bekerja di Mathagia juga penuh perjuangan. Saya sendirian melewati jalan gelap dan kuburan ketika pulang malam tetapi lama-lama menjadi terbiasa karena semua dimulai dari pikiran kita. Dengan tidak memikirkan hal-hal yang tidak diinginkan apalagi saat lewat kuburan.
Itulah namanya pengorbanan, suatu sikap dan keberanian dalam melawan rasa takut. Melawan gengsi. Kita bisa belajar untuk mengendalikan diri sendiri, untuk melakukan hal-hal positif dan berguna. Sebab, hidup ini akan keras untuk orang-orang yang tidak ditakdirkan menjadi ahli waris.
Kita harus belajar dan berupaya lebih keras agar mampu menciptakan generasi yang bangga terhadap orangtua. Karena yang bisa kita wariskan adalah watak kuat dan kebiasaan dalam bertanggung jawab. Insha Allah juga akan mewariskan dalam materi juga. Amin.




Leave a Reply