
Pagi itu, halaman sekolah ramai dengan suara langkah kaki anak-anak Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang latihan untuk upacara kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Di sana, tidak hanya Paskibra yang sibuk. Semua sibuk mempersiapkan perayaan, dari memasang baleho, bendera, sampai hiasan lainnya.
Tidak hanya siswa yang latihan. Kami sebagai guru pun mempersiapkan tim untuk tampil dalam paduan suara, drama, karnaval, dan tari. Bedanya para siswa latihan di pagi hari sedangkan kami latihan setelah pulang sekolah.
Bulan Agustus tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Saya jarang sekali mengikuti acara 17 Agustusan tetapi tahun ini diberi kesempatan ikut andil dalam beberapa acara. Saya merasa canggung dengan guru-guru lainnya karena status saya hanya sebagai guru baru yang masih mengikuti masa pelatihan di SMA Tenera.
Hari demi hari berlalu. Akhirnya hari itu tiba. Di pagi hari setelah salat subuh, saya bergegas berangkat di antar ayah ke sekolah. Sesampainya di sekolah saya turut serta membantu guru-guru menyiapkan anak-anak Paskibra. Setelah itu saya bersiap mengikuti lomba karnaval. Pikiran saya sudah tak keruan karena bayak sekali peserta dalam perlombaan tersebut.
Melihat peserta yang sudah tampil rasanya campur aduk. Jadi mikir begini, bisa gak ya kami bagus seperti itu? Akhirnya giliran kami pun tiba. Dengan percaya diri kami menampilkan yang terbaik mewakili Tenera. Setelah karnaval selesai kami bergegas berganti pakaian mengikuti upacara.
Dengan langkah pasti, Paskibra memasuki lapangan upacara mengibarkan bendera merah putih. Dan ya, mereka keren sekali. Pengibaran bendera berjalan lancar. Selanjutnya tugas kami, guru-guru, menjadi paduan suara saat pengibaran bendera. Setelah itu kami bergegas berganti pakaian lagi untuk penampilan selanjutnya yaitu drama. Rasanya seperti dikejar-kejar waktu.
Setelah penampilan selesai kami masuk barisan panduan suara lagi. Akhirnya upacara ditutup dengan doa. Lagi dan lagi kami berganti pakaian setelah drama tadi, serasa jadi artis dadakan, gonta-ganti pakaian.
Bukan hanya Tenera saja tapi seluruh karyawan PT. Agricinal ikut serta dalam rentetan acara, dari upacara sampai lomba-lomba. Di penghujung acara—ya pasti semua sudah tahu dong di akhir acara apa kegiatannya—pengumuman juara dilanjutkan pembagian hadiah. Momen itulah yang ditunggu-tunggu setelah mengikuti perlombaan. Tak pernah aku duga, ternyata kami Tenera menempati peringkat dua lomba karnaval. Rasanya lelah kami latihan sepulang sekolah terbayar tunai dengan kemenangan itu.
Perayaan kemerdekaan itu memang usai, tetapi semangatnya tidak boleh padam. Indonesia yang sudah 80 tahun merdeka harus terus dijaga dengan persatuan, kerja keras, dan cinta tanah air. Hiruk pikuk kemerdekaan bukan sekedar pesta, melainkan pengingat bahwa tugas generasi sekarang adalah meneruskan perjuangan menuju Indonesia Emas 2045.




Leave a Reply