Kisah tentang Dermaga

Dok.Wikihow

Beberapa tahun lalu, kecelakaan mengerikan terjadi di dermaga milik Agricinal. Kecelakaan itu memakan korban jiwa. Peristiwa naas itu terjadi ketika sebuah kapal besar parkir di dermaga. Tiba-tiba ombak disertai angin kencang datang, sehingga menyulitkan para pekerja dalam memproses kapal dan terjadilah kejadian yang tidak diinginkan.

Kecelakaan itu membuat kami di Agricinal berduka. Korban adalah kepala keluarga yang menjadi tulang punggung istri dan anak-anak mereka. Hingga kini duka itu masih terasa dan dermaga Agricinal sudah tidak sama lagi seperti dahulu.

Sebelum peristiwa itu terjadi, dermaga adalah salah satu tempat wisata favorit bagi penduduk sekitar. Mereka senang bersantai di jembatan. Banyak yang memancing juga. Sekarang beberapa titik favorit di jembatan dermaga sudah hancur sehingga tidak bisa didatangi. Dermaga juga ditutup, tidak sembarang orang boleh masuk.

Papaku, sebagai manajer sangat hancur hatinya. Dukanya untuk para korban dan penyintas tidak habis-habisnya sampai sekarang. Dia pernah bilang bahwa dermaga adalah rumah keduanya. Tempat yang membuatnya merasa hidup. Tempat ia menyepi, berpikir, sebelum mengambil keputusan esok hari.

Dia, yang dulunya selalu ke ujung jembatan untuk menjaring dan memancing kini hanya di rumah saja. Aku yakin ingatan dan kenangannya pada dermaga terus ada. Begitu pula dengan doanya untuk mereka yang pernah bekerja di sana: tak putus oleh waktu.