
Seperti yang kita ketahui bersama, Tenera adalah sekolah yang kuat dalam bidang olahraga dan baris berbaris. Saat pertama kali aku datang ke sekolah ini, sejujurnya aku sangat tertarik dengan permainan futsal and i think it’s not depicaly.
Sampai pada saat pelajaran olahraga aku selalu bikin masalah. Karena tidak enak hati, aku memutuskan untuk istirahat. Lagipula, tim akan sempurna tanpaku. Aku sadar bakatku bukan di sepak bola. Bukan di futsal.
Saat melihat teman-teman bermain bulu tangkis, aku cuma bisa duduk di pinggir lapangan. Menonton saja. Bukan karena tidak punya pasangan tetapi aku memang tidak bisa main. Aku takut kalau kalah nanti rekanku marah.
Hingga suatu saat ekstrakurikuler paskibra membuka pendaftaran. Aku mencobanya. Jujur seru tetapi lama-lama aku merasa tidak pantas di sana karena tidak fokus—yang terkadang membuat temanku dihukum. Lalu aku berpikur keras, apakah memang tidak cocok ikut ekstra di sini.
Dan benar kata temanku, aku orangnya tidak serius bahkan ketika berdoa saja aku tidak benar melakukannya. Jujur, aku sebenarnya takut gagal di segala bidang. Namun, untuk saat ini aku mengalihkan ketakutanitu dengan menggambar. Hanya menggambar yang bisa aku banggakan.
Tapi pasti masih ada orang yang lebih bagus lagi dalam menggambar. Ah sebenarnya aku sadar overthinking ini bisa membunuh pelan-pelan. Harus bisa aku hilangkan dalam waktu dekat. Harus!




Leave a Reply