Lupa Rasa Malu, Sabet Juara Satu

Dok. Wikihow

“Kamu bisa ya, ikut story telling.”

“Ya, baik Mam,” jawabku pada guru yang menyuruh ikut lomba dengan percaya diri.

Jujur, sebenarnya aku sendiri tidak tahu apa itu story telling tetapi tetap mengiyakan perintah itu kepala tanpa bertanya lebih dahulu. Aneh bukan? Cukup aneh memang. Tapi aku ingin mencoba kompetisi itu.

Beberapa saat kemudian teks dikirimkan dengan cepat. Aku menyalin kemudian menghapalkannya. Waktu berjalan cepat dan tibalah hari seleksi dan aku lolos. Wow! Aku makin semangat belajarnya.

Aku terus melatih diri agar terbiasa tampil di depan umum karena aku belum terbiasa. Cenderung aneh karena sebenarnya aku pemalu. Degdegan memang tetapi itu hanya di awal saja.

Hari kompetisi tiba. Aku memakai pakaian adat Jawa dengan polesan make up tipis. Di tempat kompetisi aku merasa insecure karena peserta lomba lainnya tampil dengan baik sekaligus menarik.

Namun aku juga tak mau kalah. Aku mau tampil jauh lebih baik. Saat di atas panggung aku memainkan properti yang ada, tampil sesuai waktu yang disediakan panitia. Menurutku penampilanku cukup baik. Dan ketika pengumuman tiba, namaku disebut sebagai juara satu. Aku kaget bukan main.

Terima kasih Mam Erna telah mengajari dan membantuku mempertebal rasa percaya diri tampil di depan umum. Terima kasih juga sudah membuatku lupa bahwa aku ini pemalu sehingga tampil dengan penuh keyakinan.