Malam Lebaran dan Ledakan di Mana-mana

Dok. Wikihow

Nama saya Salsa Chintia. Liburan kemarin saya menikmati hari demi harinya. Tidak terasa tanggal 20 April kemarin adalah hari terakhir Ramadan tahun 2026. Dengan penuh rasa haru saya menyambut Idul Fitri dan takbirnya dengan semangat.

Malam takbiran datang. Saya jalan-jalan sebentar, melihat banyak pawai miniatur. Karya mereka bagus-bagus, kreatif. Ada bentuk masjid, ikan, burung, dan lain sebagainya. Malam itu suara takbir ada di mana-mana, bersama letusan mercon dan menggelegarnya meriam bambu.

Saya sudah niat mau menonton pawai sambil takbiran tetapi letusan mercon dan dentuman meriam itu membuat saya takut. Semakin lama di sana saya menjadi was-was. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang saja daripada kena mercon.

Sampai rumah langsung rebahan sambil scroll Tiktok. Ternyata malam Lebaran lebih asyik di rumah saja. Begitu yang saya pikirkan sebelum menemukan konten dan berita peperangan di media sosial. Palestina dibom. Hancur lebur.

Saya jadi berpikir, kita di Indonesia bisa merasakan Lebaran dengan tenang sedangkan mereka di sana merayakannya dengan penuh ketakutan. Letusan mercon dan bambu di sini tak sebanding dengan suara ledakan menakutkan di sana. Di mana-mana. Dari tontonan itu saya tiba-tiba bersyukur masih bisa merasakan Idul Fitri bersama keluarga di sini. Tanpa ancaman. Tanpa ledakan.