Mantan Terindah di Bazar Tenera

Dok Wikihow

Nama saya Pletikosa Andreas. Cerita ini mungkin sama seperti yang ditulis teman-teman lainnya, tentang bazar Sekolah Tenera yang digelar di halaman Kecamatan Putri Hijau, Bengkulu Utara, 16-19 Oktober 2024 kemarin.

Mungkin yang berbeda, kisah ini sedikit personal. Empat hari di sana membolak-balikan perasaan saya. Dari bazar Tenera itu saya belajar sekaligus menyakini sesuatu. Bahwa dari sekian banyak kesialan yang datang, satu di antaranya bisa berubah menjadi keberuntungan.

Saya menjaga stand permainan. Menjaga anak-anak yang asyik bermain atau menuangkan cat untuk anak yang sedang melukis. Pekerjaan yang mulanya menyenangkan sebelum diomeli ibu-ibu yang kesal karena anaknya menangis di stand.

Menjelang jam empat sore, hidup saya makin menarik. Matahari mulai membidik stand anak-anak. Panas sekaligus silau sekali. Saya lebih senang tubuh ini panas karena omelan ibu-ibu daripada disengat matahari begini. Sengatan itu membuat tubuh saya seperti daging panggang medium rare saja.

Saya percaya bahwa kekuatan terbesar dalam diri saya adalah kesiapan batin dalam menerima sederet gelombang kejut. Dan saya diuji di hari terahir ketika kembali bertemu mantan sayang masih sangat saya cintai. 

Kami sudah lama tidak bertemu. Dari pertemuan itu saya mendapat pemahaman bahwa waktu nyatanya tidak pernah benar-benar mengubah seseorang. Tatapanya masih sama seperti dulu. Seperti penggalan lirik Adrian Khalif dan Juicy Luicy, ‘sepertinya sama/tatapan khas matanya masih yang lama’, begitulah tatapannya. Mata yang mampu membanjiri kepala dengan fragmen-fragmen masa silam.

Buat saya bertemu dengannya adalah keberuntungan tanpa tanding. Dan saya rela disengat matahari selama 100 hari demi mengulang momen itu.