
Sebagai orang non muslim, kami ingin menunjukan perhatian dan kasih sayang pada teman-teman muslim yang sedang berpuasa saat ini. Aku melihat temanku, Natasya, di kantin saat jam istirahat. Aku tahu dia sedang puasa lalu menyemangatinya.
“Tasya, kamu kuat ya. Semoga puasanya lancar,” kataku. Tasya mengangguk lalu tersenyum manis sekali. Aku tahu dia menghargai perhatianku.
Aku juga memerhatikan dia di kelas. Saat ibu guru menjelaskan materi yang cukup sulit, Tasya terlihat lelah. Lemas tetapi dia berusaha terus mengikuti pelajaran yang disampaikan. Aku salut tetapi kasihan juga padanya. Aku pun tergerak membantunya.
Aku menawarkan buku catatan untuk dia pinjam dan Tasya terlihat senang sekali. Pulang sekolah kami mengajak Tasya makan bersama tetapi ia menolak dengan halus karena belum waktunya berbuka puasa.
Kami memahami dan menggormati keputusannya. Dari Tasya kami belajar toleransi dan kasih sayang saat bulan puasa. Bahwa kita masih bisa menunjukkan perhatian dan kasih sayang tanpa mengganggu ibadah mereka.




Leave a Reply