
Suatu sore yang cerah, saya dan adik berangkat memancing dengan tekad kuat dan semangat membara. Kami tiba di titik pertama lalu segera beraksi. Kami tidak terlalu ambisius, targetnya hanya ikan wader dan seluang dengan umpan cacing yang mudah didapat.
Setelah beberapa jam, ikan-ikan tersebut tampaknya sudah tidak lagi tertarik dengan umpan kami sehingga kami memutuskan untuk pindah lokasi. Namun, perjalanan menuju lokasi kedua tidak berjalan mulus. Setelah berjalan beberapa meter dari spot pertama, mesin motor kami mulai tersendat, tampak seperti akan mati. Sinyal bahaya pun muncul di hati kami. Kami berharap agar bisa selamat sampai rumah.
Harapan itu memudar ketika motor kami benar-benar mati di tengah jalan. Kami hanya bisa tertawa untuk meredakan ketegangan setelah menyadari harus mendorong motor menempuh jarak yang cukup jauh.
Setelah mendorong motor secara bergantian, kami akhirnya tiba di sebuah jalan menurun. Kami memutuskan untuk menaikki motor lalu mendorongnya—yang ternyata cukup menyenangkan. Namun, seperti yang sudah diduga, setelah melewati turunan, kami dihadapkan pada tanjakan yang lebih tinggi. Kami saling menatap, menyadari bahwa perjuangan kami belum berakhir.
Dengan semangat dan kerja sama, kami berusaha keras mendaki tanjakan tersebut, berharap bisa segera tiba di rumah dengan selamat. Petualangan memancing kami ternyata menjadi pengalaman yang penuh tantangan tetapi juga memberikan kenangan yang tak terlupakan.




Leave a Reply