Mesin Ketik di Sudut Kantor

Dok. Wikihow

Sebenarnya saat itu bukan pertama kalinya bagi saya melihat mesin ketik. Bukan pertama kali pula menggunakan mesin ketik secara langsung. Ketika sekolah SMEA sudah sering praktik menggunakan mesin ketik untuk membuat contoh-contoh surat.

Saya ingat sekali pengalaman pertama ketika mulai  bekerja dan harus membuat surat-surat menggunakan mesin ketik. Dengan tangan gemetar saya mulai mengetik huruf demi huruf dengan menekan tombol demi tombol. Walau belum sempurna setidaknya saya sudah berusaha sebaik mungkin berbekal pengalaman ketika sekolah.

Saya bersyukur punya atasan yang begitu baik. Ia terus membimbing dan mengarahkan agar saya terbiasa menggunakan mesin ketik. Dan pengalaman yang paling berkesan sekaligus bersejarah bagi saya adalah mengetik soal ulangan ujian setiap catur wulan atau kenaikan kelas dari jenjang SD sampai SMA dengan menggunakan mesin ketik. Jangan ditanya bagaimana rasanya.

“Tak… tak… tak…” Suara mesin ketik memenuhi ruangan, menemani hari-hari saya bekerja.

Dulu, mesin ketik adalah barang mewah dan penting di kantor. Tidak semua orang bisa menggunakannya. Kini, benda itu sudah tergantikan oleh komputer dan laptop yang jauh lebih praktis. Namun bagi saya, suara mesin ketik itu tetap menjadi kenangan indah tentang awal sebuah perjalanan dan perjuangan dalam meraih kehidupan di masa depan.