Multi Profesi dalam Satu Hari untuk Kemerdekaan RI

Dok.Wikihow

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025, saya mendapat amanah menjadi salah satu panitia di bidang perlengkapan. Sejak awal bulan, tepatnya tanggal 1 Agustus, tim perlengkapan mulai bergerak memasang bendera dan umbul-umbul di sekitar lingkungan demi memeriahkan suasana menjelang hari bersejarah itu.

Selain bertugas sebagai panitia perlengkapan, saya juga dipercaya ikut dalam lomba karnaval mewakili bidang Tenera. Pada karnaval tersebut saya berperan sebagai seorang pemanen dengan membawa egrek. Latihan rutin dilakukan 2–3 kali dalam seminggu, bahkan kadang lebih karena banyak peserta—terutama saya—masih kaku mengikuti gerakan. Gerakan sederhana seperti velocity saja belum bisa, malah ditambah harus berjoget di karnaval. Hasilnya, gerakan saya sering terlihat kaku seperti robot, tapi itulah serunya latihan.

Tak hanya itu, saya juga dipercaya menjadi bagian dalam drama tahunan yang selalu ditampilkan setelah upacara pengibaran bendera. Pada sesi pertama saya berperan sebagai pahlawan yang kalah melawan penjajah. Koleksi miniatur senjata api milik saya turut meramaikan penampilan drama tersebut. 

Pada sesi kedua, saya memerankan seorang karyawan dengan atasan galak. Adegan yang cukup unik terjadi ketika sang atasan membuang laporan karena sedang marah-marah. Namun saat suasana hatinya sedang baik, dokumen yang ternyata proposal kenaikan gaji saya sebesar 250% langsung ditandatangani begitu saja. Momen yang menjadi bahan candaan ringan bagi kami.

Persiapan demi persiapan akhirnya membawa kami ke hari puncak, 17 Agustus 2025. Pagi itu, berbeda dari biasanya, saya tidak bisa bermalas-malasan hingga jam lima pagi harus sudah dalam perjalanan untuk memenuhi tanggung jawab sebagai panitia perlengkapan. Walaup melelahkan, semua tugas berjalan lancar.

Syukur alhamdulillah, berkat latihan dan kerja sama yang baik, seluruh rangkaian acara berjalan sukses. Bahkan tim karnaval kami berhasil meraih juara. Semangat kemerdekaan benar-benar terasa, bukan hanya di tengah masyarakat, tetapi juga di dalam hati kami.