
Lebaran kurang bermakna kalau tidak dilengkapi ketupat. Aku sudah membuatnya satu minggu sebelum Lebaran bersama bapak. Dimulai dari mencari janur lalu membentuknya menjadi ketupat. Berkat bapak, aku bisa membuat ketupat.
Bermain bersama janur seharian membuat otakku panas. Sudah satu jam, aku baru bisa membuat lima buah. Banyak janur terbuang sia-sia karena putus saat simpulnya ingin aku kencangkan. Kesimpulannya, saat membuat ketupat kita itu harus punya kesabaran yang sangat tinggi agar tidak rusak.
Bentuk ketupat itu sangat banyak dan menarik. Ada bentuk ketupat bawang, masjid, persegi panjang, ayam, dan banyak lagi yang lainnya. Aku sih hanya bisa bikin ketupat bawang karena relatif mudah. Tapi tahun depan aku mau mencoba bikin bentuk-bentuk yang lainnya.
Soalnya bapak pernah bilang begini: Kalau tidak bisa bikin ketupat nanti pas makan janurnya harus dikupasi satu per satu. Capek dan ribet kan kalau begitu, makanya aku akan terus belajar membuat ketupat.




Leave a Reply