
Liburanku ke Spanyol bukan hanya sekadar menikmati pantai cerah dan arsitektur megah tetapi juga pencaran akan sebuah melodi yang terpendam. Sebuah gitar flamenco asli dari tanah kelahirannya.
Perjalanan dimulai dari Sevilla, jantung Andalusia di mana aroma kapas dan senandung gitar klasik memenuhi udara. Di jalan kecil yang berkelok dekat katedral, aku menemukan sebuah toko musik kecil. Jendelanya dipenuhi gantungan berbagai gitar. Satu gitar menarik perhatianku. Yang bentuknya sederhana tetapi terbuat dari kayu yang sangat indah.
Seorang pria tua dengan senyuman ramah menyambutku. Setelah menceritakan sejarah gitar Spanyol, dia menunjukan berbagai jenis gitar. Ia menjelaskan perbedaan dan persamaan gitar dengan perempuan seksi. Gitar dengan suara tajam dan keras, jelasnya, cocok untuk irama flamenco yang cepat.
Aku duduk sendirian di pantai sambil memegang gitar baruku. Suara yang dihasilkan sangat berbeda dari gitar lamaku. Saat memainkannya, seolah-olah melodi Spanyol mengalir dalam nadiku. Pegalaman hari itu lebih dari sekadar membeli instrumen. Sebab, di momen itu aku membawa sepotong jiwa Spanyol ke dalam hidup dan perjalanan selanjutnya.




Leave a Reply