Perjuangan Kerja Part Time

Dok.Wikihow

Saya bekerja paruh waktu di toko Bu Asih selama libur Lebaran kemarin. Saya menjaga tokonya bersama Fitri selama kurang lebih dua minggu. Untuk memudahkan transportasi dari rumah menuju tokonya, kami dipinjami motor Bu Asih.

Hari pertama, degdegan. Pastilah dagdigdug karena menjaga toko Bu Asih adalah pengalaman kerja pertama kami yang masih SMP ini. Kami berangkat dari rumah sekitar jam tujuh pagi. Motornya Bu Asih mati-mati di tengah jalan tetapi kami bisa mengatasinya sehinggga sampai toko dengan selamat.

Hari kedua sama saja, motornya mati-mati. Namun di hari kedua itu motor Bu Asih mati di tanjakan dermaga, tepat di spot anak-anak muda nongkrong. Karena malu, kami pura-pura nongkrong juga sambil main HP di atas motor. Ketika area sudah sepi, barulah kami melakukan segala cara untuk menghidupkan motor.

Agak lama menghidupkan motor itu di hari kedua tetapi kami masih selamat sampai toko. Di hari ketiga, datanglah bencana.

Motor itu ngambek total di tanah koral. Kami engkol (sela) berulang kali tidak mau nyala. Di tengah momen putus asa itu lewatlah Pak Marta, tetangga kami, yang sedang menuju kebun. Dia berhenti lalu menolong kami. Namun, berapa kali pun itu motor diotak-atik lalu disela, mesin tetap tidak mau menyala.

Matahari sudah mulai meninggi kala itu sehingga kami bilang ke Pak Marta agar melanjutkan perjalanan ke kebun. Setelah Pak Marta pergi datanglah keajaiban, motor itu menyala. Kami langsung tancap gas menuju toko tetapi baru juga sebentar di jalan malah mati lagi. Alhasil kami dorong saja motornya menuju toko melewati jalan berlumpur. Kami selamat dengan keadaan kaki penuh lumpur.