Perkara Senyum dan Ikan di Mathagia

Dok. Wikihow.life

Aku lulusan jurusan bahasa waktu sekolah. Sering sih nulis-nulis cerita gini. Tapi di tulisan ini malah bingung banget mau cerita apa. Oh iya, sebelumnya halo kenalin aku Chelsi Oktavia yang sering dipanggil Chelsi di Mathagia. Jadi, aku mau cerita ini aja deh.

Ini adalah ceritaku dengan pelanggan. Jadi pernah ni ya aku lagi nyusun barang di etalase roti yang letaknya di bagian depan. Nah, saat itu ada ibu-ibu bawa anaknya. Sebagai pelayan kan harus ramah dan murah senyum kan jadi aku berusaha memberikan senyum terbaik.

Namun, senyumku nggak dibalas alias dikacangin. Habis itu komuk aku berubah kan ya. Udah senyum tapi nggak dibales rasanya enak gak sih hahaha. Terus ibu itu nanya di mana tempat santan. Aku tunjukin lah raknya. Setelah itu bisa-bisanya ibu-ibu itu ngomong kalau aku gak pernah senyum.

“Kakaknya emang judes ya? Tante lihat kakak gak pernah senyum,” katanya.
“Sering lho Bu, hahaha,” jawabku setengah bercanda lalu sang ibu ikut tertawa.

Anak ibu itu menangis karena tidak dibelikan es krim. Kalimat penenang sang ibu ke anaknya sungguh mengejutkan. “Udah jangan (nangis, beli es krim) digigit tantenya nanti kamu,” kata sang ibu sambil nunjuk aku.

Jujur aku kaget. Dalam hati ingin berkata kasar haha. Itu cerita pelanggan pertama. Nah, pelanggan kedua—pas banget hari ini—bikin aku kesal. Jengkel banget. Jadi tadi ada ibu-ibu mau cari es terus dia lihat ada ikan di kulkas dan dia langsung ngomong gini dong.

“Kok ditarok di situ (kulkas) ikannya Mbak? Nanti bau”.
“Memang di sana Bu biasanya,” jawabku.
“Nanti dibersihkan jadi tempat es krim lagi pasti,” kata ibu itu.
“Nggak Bu, kayaknya itu khusus ikan,” balasku.
“Jadi kulkas tempat es krim itu pernah jadi tempat ikan juga lah berarti?”
“Nggak Bu, itu khusus es,” sanggahku.

Tiba-tiba dia gak jadi beli es dong karena takut bekas ikan. Jengkel banget ga sih?

*Mathagia adalah tempat belanja super seru di sekitar Sekolah Tenera, Agricinal, Bengkulu Utara.