Pertengkaran yang Diperlukan

Dok.Wikihow

Ibu adalah pahlawanku karena dia sosok yang tidak pernah selesai menyayangiku. Ribuan kertas kosong barangkali tidak akan pernah cukup menceritakan sosok ibuku. Sebab, cintanya jauh lebih tebal dari jutaan buku.

Dia menyayangiku sepenuh hati. Menjaga saat aku sakit—meski dia juga sedang sakit. Merawatku sepenuh hati tak peduli kondisinya sendiri. Meski tidak enak badan, setiap pagi dia menyiapkan bekal untuk aku dibawa ke sekolah.

Sebenarnya aku sering bertengkar dengan ibu karena kesalahaku sendiri. Namun, pertengkaran itulah yang membuat kami akrab. Bukankah sebuah hubungan yang sehat itu memang selalu diwarnai sedikit percikan agar terus mendewasakan? Agar tidak membosankan.

Setiap hari dia mengingatkan salat. Dan setiap salat pula aku mendoakannya agar diberi umur panjang, sehat,dan sabar menghadapiku yang sering bertingkah seperti anak kecil. Aku juga berdoa agar kami sukses di masa depan agar orangtuaku senang dan bisa melakukan apa yang ingin mereka lakukan sejak masih muda dulu.