
Pagi yang cerah menyambut hari pertama Lebaran. Hari itu aku buka jendela ruang tamu lalu aku pandangi jalanan sunyi. Daun-daun dia, tidak bergerak. Ah, memang inilah salah satu keajaiban dalam Lebaran.
Suara takbir berkumandang dari masjid. Nenek dan Datuk pergi salat Idul Fitri. Ibuku sibuk mengurus adik bungsuku mandi sementara ayah bingung mau pergi keliling kampung selepas salat atau tidak. Kondisi tubuhnya tidak fit kala itu.
Setelah salat, semua berkumpul di ruang keluarga. Kami bermaaf-maafan. Ibuku sibuk mengajari adik untuk meminta maaf dengan benar. Tiba giliranku, tapi aku tidak bisa serius dan malah cengar-cengir. Slengean.
Tak lama kemudian kami berkunjung ke banyak rumah. Kalau tidak salah ingat, mungkin ada tujuh rumah yang kami kunjungi. Tanteku memberi THR sesuai usia. Yang kecil dapat lebih banyak. “Aulia tante kasih Rp20 ribu saja ya karena sudah besar,” kata tanteku.
Tapi tidak apa-apa. Aku terima sajakarena makanan di rumahnya aku habiskan secepat kilat hahahaha. Oh iya, jumlah THR yang saya dapatkan sekitar Rp200 ribu. Demikian cerita saya.




Leave a Reply