
Di saat Lebaran tiba, saya dan keluarga saya sudah mempersiapkan baju hari raya dan beraneka ragam kue. Sebab Lebaran kemarin kami banyak menghabiskan hari di SP 1 Pasar Kamis karena bibi kami datang dari Lampung. Jadi kami ke sana sekalian menemani nenek juga.
Kami ikut pawai malam Lebaran di sana. Ramai juga di sini, orang-orang berdiri dengan antusias di sisi kanan dan kiri jalan. Lalu, aku bisa melihat banyak miniatur yang dibawa setiap kelompok desa dalam pawai. Semua bagus, dari masjid, Kabah, sampai Al Quran. Kreatif.
Lebaran hari pertama dan dua kami di SP 1 saja. Hari ke-3 kami baru jalan-jalan ke Airami lalu pulang keesokan harinya. Di Airami itu kami main ke pantai, menikmati asyiknya suasana ditutup sunset yang indah.
Di wilayah kami ada yang namanya Lebaran Ketupat. Dirayakan satu minggu setelah Lebaran hari pertama. Di Lebaran Ketupat itu banyak warga yang membuat ketupat sayur gori atau bersantan. Hampir setiap desa merayakannya. Sebuah tradisi yang terus dijaga turun temurun.
Tapi aku tidak mengunjungi warga desa yang membuat ketupat itu melainkan pergi ke pantai bersama Kak Chelsea. Kami main ke pantai KKP dan global sekalian beli seblak agar perjalanan kami makin seru. Sekian ceritanya.




Leave a Reply