
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 30 menit, kami sampai di Taman Wisata Alam Sebelat (TWAS). Cagar alam itu terletak di Sukabaru, Bengkulu Utara. Kami datang ke sana untuk melihat padang savana dan berpetualang bersama Kak Nadya Gianifa dan Kak Wili Dermawan. Mereka datang ke Tenera untuk memberi motivasi agar kami bisa bertahan hidup di alam liar.
Sebelum masuk dalam hutan, kami menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil. Mulanya kami takut karena perahu tidak seimbang karena arus yang deras. Namun, lama-lama ternyata tidak semengerikan itu. Malah jadi seru dan kami sangat menikmatinya.
Tak selang lama kami sampai di tepi sungai lalu menuju camp. Kami istirahat sebentar saat sampai camp lalu diberikan arahan agar memasuki hutan dengan aman. Tidak lupa kami berdoa dahulu biar petualangan kami lancar. Setelah itu perjalanan dimulai.
Baru juga masuk, kami sudah bertemu lumpur dalam yang membuat kami ekstra hati-hati melangkah. Namun semakin masuk ke dalam aku merasa suasananya menjadi tenang. Hawanya sejuk. Kicauan burung membuat hati kami menjadi riang.
Namun, vibenya berubah ketika kami memasuki hutan lebih dalam. Jalannya terjal, licin, dan becek. Sinar matahari mulai terhalang pohon-pohon rimbun tinggi. Aku melihat akar-akar pohon yang membentuk seperti ayunan. Pohon-pohon itu berbatang besar dengan getah menyerupai kristal. Di batang-batang yang sudah jatuh, mati, tumbuh jamur liar.
Sepatuku mulai terasa berat. Lumpur menempel di mana-mana. Aku bahkan sempat terjatuh tapi semua itu terbayar oleh pemandangan indah saat kami mau sampai di tujuan. Sungai yang bersih dan jernih menambah kekaguman kami. Hutan, nyatanya tidak semengerikan itu. Mungkin dari luar tampa biasa saja, tetapi di dalamnya terdapat kehidupan yang harus kita jaga.




Leave a Reply