Semoga Ibu Lebih Jernih Melihat dan Mencintaiku

Dok.Wikihow

Aku memprediksi tahun 2025 bakal keras. Lebih entah dibanding tahun lalu. Aku tidak tahu sebabnya apa tetapi ramalan ini membantuku mengambil sikap. Bahwa tahun 2025 ini aku harus lebih disiplin dan konsisten belajar agar bisa cepat lulus dan menentukan jalan selanjutnya.

Jalan yang aku lalui sepertinya penuh tikungan tajam. Namun, aku harus siap dan melawan ancaman yang muncul di tiap keloknya. Aku harus menjalaninya agar ketika waktunya tiba, aku bisa menjadi pelindung untuknya. 

Menjadi tempatnya berteduh. Tempat mengadu dan melepas rindu. Tikungan tajam itu akan penuh persaingan sehingga aku ingin melatih setiap hal yang aku bisa. Agar dia bangga memiliki sosok laki-laki yang bisa diharapkan.

Waktu adalah sesuatu yang aneh. Yang membuat setiap orang tergopoh mengejar cita-cita dan cinta. Yang membikin kita lupa sekitar. Melupakan sakit dan kematian. Sesuatu yang lebih mahal dari kapal pesiar bahkan harta Solomon.

Tahun lalu aku gagal menyita waktu untuknya. Sama seperti remaja laki-laki lainnya, waktuku habis untuk mengejar sosok penawar luka. Persis ketika kerasnya kehidupan menempa, aku lebih mencari suka di antara.

2025 yang berlumpur itu untuk ibuku. Aku ingin ibu jernih melihatku, sebagai anaknya. Sebagai anak pertama yang mampu membuatnya tersenyum sekaligus bangga. Aku ingin ibu sayang, lebih mencintai, dan memikirkan nasibku.

Aku percaya bila kerja keras sepanjang tahun ini akan menuntunku ke sana. Membuat dia selalu ada dalam setiap duka dan suka. Semoga ibu dapat melihatku sampai sukses kelak. Melihatku jadi seperti yang dia mau.