
Ketika ditanya cinta pertama, yang pertama kali aku ingat adalah momen di saat aku pertama kalinya merasakan suka dengan seseorang. Mungkin itu bukan cinta pertama tapi cinta monyet karena saat itu aku baru kelas 1 SMP, tepatnya saat Masa Orientasi Sekolah (MOS).
Dia, cowok manis berbadan tinggi yang ramah senyum berhasil membuat aku terpana untuk pertama kalinya. Saat itu, pandangan selalu ingin tertuju padanya seperti ingin berkata hei, aku suka kamu haha, isi hati anak 12 tahun yang sangat frontal sekali.
Berjalannya waktu, kami mulai sekolah. Sayangnya kami beda kelas jadi kesempatan untuk bertemu atau sekadar melihat cukup sedikit. Tetapi sesekali dia datang untuk berkunjung ke kelasku menyapa teman-temannya. Perasaan yang serupa seperti biasanya, hatiku deg-degan dan malu-malu ketika melihatnya tersenyum.
Saat itu, aku menyimpan perasaan suka sendiri saja tanpa memberitahu teman karena malu. Apalagi ke dia. Ternyata rasa cemburu atau galau juga aku rasakan untuk pertama kalinya, karena dia suka dengan cewek lain, anak baru kelas sebelah. Rasanya aku cinta bertepuk sebelah tangan. Sempat sedih tapi masih yakin karena mereka belum jadian
Dan benar saja mereka tidak jadian. Namun, sampai kami kelas dua dia jadian dengan cewek lain. Saat itulah hatiku rasanya hancur berkeping-keping (kalau diingat sekarang alay banget wkwkwk), apalagi kalau lihat mereka sedang jalan berdua, hatiku menjerit.
Karena tidak ingin berlama-lama galau, akhirnya aku bertekad untuk tidak menyukainya lagi dan berusaha untuk melupakan. Entah apa yang aku pikirkan saat itu, aku menulis namanya dalam secarik kertas lalu menggali lubang di tanah cukup dalam lalu menimbun kertas itu. Dengan penuh harapan untuk bisa melupakannya, tanpa ada rasa cemburu lagi
Momen itu seperti kenangan yang sampai sekarang masih teringat jelas. Aneh tapi lucu. Anehnya aku benar-benar lupa dan tidak suka si dia lagi seperti mantra ajaib negeri dongeng. Untuk teman-teman yang sulit move on dari cinta masa lalunya, mungkin cara ini bisa dicoba ya wkwkwk.




Leave a Reply