
Saat ini kau berumur 17 tahun, baru saja naik kelas 12 SMA. Kau sedang senang karena baru saja mendapat Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun di saat bersamaan, kau pasti lelah mencari cara membagi waktu antara sekolah dan bekerja untuk mengejar mimpimu.
Jangan terlalu cemas memikirkan masa depan dan impian ya karena saat ini aku pun masih berkubang di hal yang sama. Bedanya, keadaanku saat ini sedikit lebih baik. Aku belajar banyak darimu, kau sudah banyak membantuku dalam urusan bagi-bagi waktu ini. Tantanganya saat ini lebih besar tetapi aku tahu kau kuat banget seperti Catwoman hahhaha.
15 tahun lagi kau berusia 32 Tahun. Banyak hal telah kau lalui selama 15 tahun ini sehingga cerita kita bukan hanya tentang suka duka menjalani kehidupan. Kita telah melintasi tiap belukar yang melukai, hutan yang mengantar gentar, dan mendaki setiap gunung yang menciutkan nyali. Sebuah proses kedewasaan yang tidak mudah untuk dilewati.
Saat ini kau sedang mencari jati diri. Kau sedang berontak, sangat memberontak karena konflik keluarga yang memperuncing ketegangan di sekitarmu. Di usia 17 tahun ini kau harus mengalami banyak peristiwa yang melucuti masa remaja. Kau dipasa mandiri, mencari uang untuk bayar sekolah dan tinggal di rumah orang dengan belas kasihan.
Situasi itu terjadi sampai kuliah tetapi kau melewatinya dengan baik. Kau benar-benar kuat dan aku yang sekarang sangat bangga. Rasanya aku ingin memeluk lalu memenuhi semua keinginan yang kau kubur dalam-dalam. Aku sangat berterima kasih kau bisa melewatinya karena aku yang sekarang adalah sesuatu yang kau bangun sejak belasan tahun lalu.
Ada banyak kenyataan lain yang harus kau tahu. Ketahuilah bahwa orangtua mu sangat menyayangimu. Jangan membenci mereka. Berdamailah. Temani mereka menghadapi masalah demi masalah yang datang bertubi-tubi. Yang mencambuk kalian setiap hari. Percayalah, masalah adalah cambuk yang turut menempa masa depanmu.
Tentang cinta, aku tahu kau sedang dekat dengan seseorang kiw… kiw… Dia perhatian, ramah, ganteng, juga baik. Terima kasih ya kau menerimanya. Kau tak salah pilih karena dia menjadi suamimu sekarang. Tidak ada yang berubah darinya, baiknya gak ketulungan hahaha.
Tidak ada salahnya menghabiskan waktu bersama teman tetapi tetaplah fokus belajar karena sebentar lagi ujian masuk kuliah. Jadikan mereka penyemangat. Jangan terlalu banyak memikirkan pendapat orang lain tentangmu. Kau tahu, banyak orang kehilangan jati diri karena sering memikirkan pendapat orang lain.
Dalam setiap langkah, percayalah pada Allah. Dia ada dalam napasmu, dalam ayunan langkahmu. Percayalah, Allah akan mempermudah semua urusanmu. Dan jangan pernah menyerah, saat kau gagal dan jatuh, bangkitlah lalu kumpulkan kekuatan untuk memulai lagi.
Memang aku yang sekarang belum bisa meraih impian demi impian yang kau susun. Namun, satu hal yang pasti aku ingin dirimu bisa menjalani kehidupan yang lebih baik. Aku sudahi surat ini dan semoga kau kuat. Aku tahu kau itu kuat.




Leave a Reply