Tentang Telepon Rumah di Zaman Keren Itu

Dok. Wikihow

Anak-anak sekolah di zaman 70 dan 80an mencari referensi fotosintesis saja mesti membuka buku. Butuh perjuangan untuk pergi ke perpustakaan atau ke pinjam ke rumah teman. Anak-anak zaman sekarang, beda. Mereka mudah cari referensi, hanya hitungan detik semua selesai lewat AI macam Gemini, Chat GPT, dan lain sebagainya.

Aku lahir di zaman ketika semuanya belum canggih. Aku tinggal di desa. Jangankan handphone, listrik  saja belum masuk. Sepeda motor itu barang mewah di desa. Yang punya orang yang paling kaya di desa. Tapi alhamdulillah bapakku membeli sepeda. Wah saat itu aku bahagia sekali, pamer dong sama anak-anak lainnya hehehe. Diajak bapak keliling kampung naik sepeda itu adalah hal yang paling indah dan menyenangkan. Lucu ketika diingat kembali.

Waktu SMA aku ingin sekali punya telepon rumah. Menurutku, kalau punya telepon rumah, gampang menghubungi saudara yang tinggal di kota lain. Selain itu, bercerita dengan sahabat melalui telepon menurutku itu sesuatu yang keren sekali. Apa daya, tidak kejadian karena bapak belum punya uang memasang telepon rumah.

Namun, tetangga sudah punya telepon rumah. Jadi kami numpang mereka. Tetangga berteriak ketika ada telepon untukku. Suara telepon itu sebenarnya sangat keras, sehingga selalu terdengar oleh kami. Namun, tetap saja degdegan ketika tetangga memberi tahu ada telepon untukku.

Waktu SMA, kami sering menghapal nomor telepon teman, apalagi nomor seseorang yang kami sukai. Yang kami incar. Pasti hapal nomor telepon rumahnya. Dan kami selalu usil menghubunginya melalui telepon koin (telepon umum).

Baru juga ngomong sebentar, sudah habis waktunya. Kadang kami rela uang jajan hilang demi untuk teleponan. Dan benda yang sangat kita inginkan tersebut sudah tergerus zaman. Tidak akan pernah kita temukan dan gunakan lagi. Namun, kenangannya selalu hidup.

Menurutku mereka yang lahir tahun 70 atau 80an itu keren. Mereka tumbuh di zaman yang keren karena menikmati hidup tanpa kemudahan. Tanpa ponsel dan hal-hal digital lainnya.