Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Dok. Wikihow

Pagi itu lapangan SMP Tenera rame banget. Para orangtua, guru, dan murid berkumpul. Semua murid kelas 9 membawa tas. Ada yang bawa tas bepergian. Ada yang cuma tas selempang saja. Yang pasti tuh mereka bawa semangat yang sudah terkumpul sejak berbulan-bulan. Kami mau study tour ke Bengkulu!

Kami menggunaan dua mini bus. Aku di bus pertama. Setelah pamit orangtua kemudian berdoa, kami segera berangkat. Perjalanan ke kota memakan waktu sampai empat jam. Kami mampir ke beberapa tempat, termasuk Universitas Bengkulu sebelum ke hotel untuk beristirahat.

Setelah cukup istirahat kami melanjutkan liburan ke Pantai Panjang. Kami berfoto, membikin tren, kemudian menikmati jajanan yang dijual di sana. Kami juga ke mall, menunggu sampai jam tujuh malam untuk pergi ke bioskop. Kami membeli tiket film berjudul “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan”.

Kami duduk di nomor kursi masing-masing. Lampu dimatikan, tanda film segera mulai. Layar yang tadinya kecil, mengembang. Di layar itu, Yuka Yolanda, seorang guru SD yang memiliki tiga orang anak mengidap penyakit alzheimer. Cerita berkembang ketika penyakit itu datang. Yuka lupa ingatan.

Anak-anak dan keluarganya takut dilupakan dan ditinggalkan. Tapi mereka tetap mencintai meski ingatan Yuka memudar. Aku dan temanku saling tatap lalu tertawa kecil karena sama-sama meneteskan air mata. Dari sana kami belajar untuk lebih menghargai waktu bersama orang-orang tersayang.