Tradisi Idul Adha di Desa

Bekti Satiani

Tiap tempat punya tradisi perayaan Idul Adha. Tapi penyebaran Covid-19 sedikit mengubah tradisi itu, begitu pula di tempatku. Selepas azan magrib takbir menggema di desaku. Kebetulan letak rumahku berdekatan sekali dengan masjid, takbir sangat jelas kudengar berkumandang.

Dok Wikihow

Syukur aku panjatkan karena keluargaku dalam keadaan sehat sehingga bisa melaksanakan salat Idul Adha di Masjid meski dengan aturan kesehatan ketat seperti memakai masker, menjaga jarak baris, dan tidak saling bersalaman.

Biasanya selalu ada takbiran keliling sama seperti hari raya Idul Fitri di desaku. Orang-orang berjalan kaki sambil membawa obor, tetapi semakin modernnya zaman, takbiran di jalan poros desa mulai menggunakan sepeda motor. Kata bapak untuk tahun ini tidak diperbolehkan takbiran, pokoknya tidak boleh berkerumun.

Tradisi hari Idul Adha lainnya adalah membuat kue-kue basah seperti bolu biasa, bolu tape, bolu caramel (ini kue kesukaanku) serta wajib memasak ketupat dan lontong baik ketupat daun pisang. Makanan itu jadi menus wajib tiap rumah di desaku. Setelah salat biasanya kami mengirim kue bolu dan lontong sayur kepada kerabat dan tentangga.

Setelah salat Idul Adha selesai, bapak dan adikku yang menjadi panitia kurban berganti baju lalu sarapan lontong kuah ayam kampung sebelum bergegas ke masjid menyembelih sapi dan kambing. Tahun ini hanya ada satu ekor sapi dan dua ekor kambing kurban. Makanya acara pembagian daging berlangsung cepat. Sebelum tengah hari panitia sudah membagikan daging ke rumah secara merata. Alhamdulillah keluarga kami mendapatkan sekantong daging sapi dan kambing, semua senang.

Kemudian tradisi lainnya adalah bertamasya bersama keluarga. Pantai jadi tujuan favorit banyak keluarga tapi sekarang banyak yang ditutup karena pandemi covid-19. Tapi ada satu pantai yang masih bisa dikunjungi bernama Pantai Kakap. Pantai kakap ada di lahan perkebunan sawit dekat dengan PT. Pamor Ganda. Pantainya masih alami dan terdapat sungai yang sangat bersih cocok utnuk mandi dan bermain air, makanya ibu-ibu yang memiliki anak senang berwisata ke sana. Tak ketinggalan aku juga kesana untuk berwisata sudah lama tidak bermain pasir dan ombak pantai.

Itulah beberapa tradisi Idul Adha di daerahku. Semua masyarakat bergembira dan bersuka ria menyambut hari raya Idul Adha. Kami saling berbagi dengan sesama dan saling meluangkan waktu bersama berkumpul bersama keluarga, tidak lupa bermaaf-maafan.



Genre: Nonfiksi

Tema: Budaya