Untuk Nindy: Kuatlah Sekalipun Kesedihan itu Mencucuki Tulang

Dok.Wikihow

15 tahun lalu aku berumur 10 tahun. Sedang berada di tingkat menengah pertama dan masih mencari jati diri. Jadi aku akan menujukan surat ini untuk diriku 15 tahun silam. Kala itu aku masih berumur sangat belia. Belum tahu arti kehidupan sesungguhnya. 

Untuk Nindy, surat ini aku tulis untukmu dari masa depan.

Nindy, sebelumnya aku ingin berterima kasih. Kau sudah memahami situasi dan kondisi yang berat ini. Mungkin kau merasa kurang kasih sayang dari orangtua sehingga sering uring-uringan. Terima kasih karena kau tidak melakukan hal-hal yang bodoh dalam situasi tidak mengenakan itu.

Saat ini kau sedang memberontak. Aku mengerti situasimu tetapi ada banyak hal yang seharusnya kau lakukan kala itu. Alih-alih bermain akan lebih baik jika kau belajar. Nindy, banyak sekali harapan yang harus kau topang dengan badan mungilmu itu. kau harus tumbuh menjadi seseorang yang kuat.

Kau harus keras dengan diri sendiri. Bukan apa-apa, kau sering menyerah ketika menemui kesulitan.Sikap itu akan berdampak buruk di masa depan. Nindy, aku beritahu padamu, masa depan tidak seperti yang kau bayangkan. Tidak semenyenangkan itu.

Kau akan bertemu kebahagiaan yang belum pernah kau rasakan sebelumnya. Namun, kau juga akan merasakan kesedihan yang mencucuki tulang. Yang memampasi tiap indera sekaligus mengecilkan jantungmu. 

Aku tidak mau menceritakan masa depanmu. Menjadi atau seperti apa kita sekarang. Apa pun yang kau lewati, lintasi, dan tembok seperti apa yang akan membuatmu babak belur nanti, pesanku kuatlah menjalani tiap detik kehidupanmu. 

Harapanku semoga banyak tawa yang mengelilingimu. Semoga kau dipertemukan dengan orang-orang yang baik dan tulus. Semoga kau selalu beruntung di mana pun, kapan pun dan dalam situasi apa pun.

Tetaplah menjadi Nindy yang ceria ya. Jaga dirimu baik-baik.