Surat untuk Perempuan Pengepul Uang Receh

Dok.Wikihow

Hai Nur, saat ini kau berusia 20 tahun. Bukan remaja lagi. Saat ini kau sedang berjuang, mandiri, dan berusaha agar tak cengeng. Kau perempuan hebat karena terus berjuang menyelesaikan studi di tengah ekonomi orangtua yang serba pas-pasan dengan jumlah saudara yang terbilang banyak.

Terima kasih atas perjuangan sekeras dan sehebat itu. Terima kasih karena kau bertahan dari setiap luka dan duka. Dari segala tangis dan penderitaan—yang sampai detik ini pun masih saja aku memiliki hobi menangis hehe—sehingga sampai hari ini kita masih berdiri kokoh menantang dunia.

Kau adalah perempuan pejuang ilmu. Setiap hari mengumpulkan uang receh pemberian teman-teman untuk ongkos angkot menuju kampus tercinta. Saat ini teman-temanmu sedang mengumpulkan uang receh sebesar Rp500. Sisa uang saku mereka dikumpulkan dalam plastik putih. Ah, persahabatan kalian sangat indah.

Kau tak perlu khawatir, risau, atau malu. Sebab teman-temanmu sangat baik dan itulah bentuk kepedulian untukmu. Mereka selalu ada.  Merangkul, memelukmu dan membantumu. Mereka akan membuatmu semakin kuat.

Tak perlu membenci dan menyesali kondisi ini.  Sebab, orangtua kita jauh lebih keras berjuang. Jangan pula berpikir bahwa orangtua tak menyayangimu. Suatu saat nanti, ketika kau menjadi orangtua, kau akan tahu bahwa cinta mereka untuk anak melebihi apa pun. Ketahuilah, kau di masa depan tidak akan mungkin sekuat dan setangguh ini tanpa masa lalu.

Saat ini kau telah menikmati masa-masa indah bersama anak-anak dan pasangan hidupmu. Pesanku satu, tetaplah kuat dan berikan yang terbaik untuknya. Oh ya bisakah kau sampaikan pesanku untuk teman-teman? Katakan bahwa aku merindukan masa-masa yang indah bersama mereka.