
Tanggal 1 April, tepat di hari Lebaran, aku mencari jamur bersama mamak dan adik. Kami jalan kaki dari rumah. Menembusi perkebunan sawit yang lebat sampai capek. Kalau tidak salah kami tiga kali istirahat di tengah jalan.
Kami berhenti di bawah pohon sawit yang sangat teduh. Membasahi kerongkongan dengan air minum yang dibawa mamak dari rumah. Setelah itu kami segera melanjutkan perburuan sampai melihat sebuah pondok di tengah hutan. Aneh sekali ada pondok di situ.
Kami mencari jalan menuju pondok itu tetapi ketika sampai di sana segera putar balik. Mamak beranggapan pondok itu ditinggali orang jahat. Kami pun memutuskan pulang ke rumah melewati jalan yang berbeda.
Baru beberapa menit jalan kami sudah merasa lelah. Air tinggal sedikit sehingga kami minum sekali teguk saja. Kami beruntung karena bertemu sumber air yang jernih di sekitar sana. Mamak mengambil satu botol. Kami meminumnya, segar dan dingin sekali. Kaki kami menjadi kuat lagi lalu melanjutkan perjalanan.
Mamak sebenarnya cukup asing dengan rute baru ini. Dan benar saja kami malah tersesat ke Afdeling 4. Lumayan jauh itu dari rumah kami. Kami bertanya pada orang sekitar jalan menuju Afdeling kami. Setelah dapat petunjuk, mamak meminta dua botol air pada orang itu.
Kami mengikuti petunjuk orang itu tetapi di hadapan kami sekarang ada jalan bercabang. Jalan pertama landai. Jalan kedua, menanjak dan mamak memilih yang ini sehingga kami malah tersesat lagi. Beruntung bapak menelepon mamak sebelum kami makin jauh memasuki hutan. Berselang agak lama bapak menjemput kemudian mengantar kami pulang. Sesampainya di rumah kami yang kelaparan membuat mie soto tanpa jamur ditemani musik DJ.




Leave a Reply