Sudah Tak Takut Mati

Dok.Wikihow

Ada waktu di mana saya melihat kora-kora sebagai permainan mengerikan. Penuh bahaya. Naik ke sana sama saja mengantar nyawa. Jatuh, ya patah tulang atau kemungkinan terburuknya mati. Pokoknya saya gentar mencobanya.

Saat memasuki usia remaja, saya pernah memberanikan diri naik kora-kora. Biasa, ditantang teman-teman. Saat kaki saya sampai ke kora-kora, keringat langsung bercucuran. Besarnya macam biji jagung. Punggung basah dan saya gemetar.

Saya sempat balik kanan. Turun. Namun ditahan teman saya. Dia kemudian terus mendorong keberanian saya. ‘Ayo ayo jangan takut. Bisa bisa’ begitu katanya sambil memegang pundak saya dari belakang.

Awalnya saya teriak-teriak ketika kora-kora mengayun. Tubuh saya terasa dilentingkan ke sana-sini. Memang mengerikan. Teriakan tambah kencang saat kora-kora mencapai derajat tertentu. Namun, ada saat teriakan itu malah berubah menjadi tawa canda yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.

Dari sana datanglah gambaran seperti ini. Sebenarnya saya bukan takut naik kora-kora melainkan takut mati. Iya, saya takut mati. Dan ketika di atas kora-kora saya malah menertawakan kematian itu sendiri. Aneh tapi sekarang saya cukup sering menertawakannya.