Sore itu aku jalan-jalan ke sekolah. Aku bosan di rumah. Aku main perosotan di TK terlebih dahulu, lumayan untuk cari keringat. Setelah itu aku lanjut main ke SMP yang tidak jauh dari sana.
SMP itu sudah sepi. Sunyi. Di halaman sekolah tumbuh pohon beringin besar. Rindang. Anak-anak sekolah senang berteduh di sana ketika jam istirahat. Pagi hingga siang pohon itu melindungi tetapi ketika sudah sore seperti saat itu, beringin itu terlihat sedikit menyeramkan.
Kesan seram itu tidak membuatku takut sama sekali. Aku duduk-duduk di bawah beringin sambil memakan camilan yang aku beli di warung. Setelah itu aku menarik napas panjang, memenuhi paru-paruku dengan udara menyegarkan di bawah pohon beringin.
Namun, suasana berubah drastis ketika aku menghembuskan napas. Tiba-tiba saja udara di sekitar menjadi berat. Aku juga merasa ada seseorang yang mengawasiku. Aku melihat ke belakang lalu ke bangunan sekolah tetapi tidak ada siapa-siapa.
Atmosfer menegangkan itu tidak berubah ketika aku berjalan ke luar sekolah. Sekali lagi aku melihat ke belakang tetapi lagi-lagi yang aku tidak menemukan apa-apa. Aku percepat langkahku dan ketika sudah agak jauh aku memastikan sekali lagi. Aku menoleh ke belakang kemudian aku melihat sosok berpakaian putih di bawah beringin itu.
Aku kaget lalu lari sekuatnya. Perasaan takut muncul kembali ketika melewati pohon besar di dekat kandang sapi area perumahan. Ada bayangan atau apa aku tidak tahu yang masuk ke pohon besar itu. Aku sempat diam. Membeku. Aku baru bisa bergerak ketika mendengar suara azan dan ditemani lantunan itu aku sampai rumah dengan selamat.




Leave a Reply