
Halo teman-teman, nama saya Kasih. Saya mau menceritakan tentang kehidupan saya sehari-hari terutama uang jajan. Saya tuh dikasih uang jajan per hari sekitar Rp2 ribu. Pernah ditambahin seribu sampai lima ribu rupiah kalau tidak bawa bekal dari ke sekolah.
Walau uang jajan saya kecil tetapi saya senang. Sebab saya bisa jajan ke Afdeling 2 apalagi Mathagia. Yang penting cukup buat saya sehari-hari lagipula kan sudah dikasih makan di rumah.
Rekor jajan saya Rp50 ribu satu hari. Iya, waktu itu saya jajan pas sekolah bikin acara Liga Tenera. Kalap saya di sana itu. Setelah itu saya jadi membatasi uang untuk jajan. Maksimal, di luar acara sekolah, Rp5 ribu per hari.
Suatu hari saya diuji. Orangtua memberi uang Rp100 ribu untuk jajan saat sekolah bikin acara. Banyak sekali kan? Saya bisa beli makanan enak-enak itu di Mathagia. Namun, karena sudah janji pada diri sendir agar tidak boros, saya hanya belanja Rp10 ribu saja dan sisa uang saya kembalikan ke orangtua.
Itulah cerita saya tentang uang saku.




Leave a Reply