
Tut…tut…tut…
Percakapan selesai setelah obrolan yang sangat panjang. Harapannya teleponan sama mas pacar eh ternyata di pagi hari itu yang telepon rekan kerja awokwok.
Aku Bergegas mengambil uang dan catatan lalu berangkat ke pasar karena hari itu tugasku untuk belanja. Begitu sejuk udara di pagi itu. Aku yang biasanya masih rebahan sekarang belajar menjadi ibu-ibu yang sibuk belanja. Bergelut dengan sayur dan perikanan.
Sangat menarik bukan? Barangkali setelah ini bisa menjadi calon istri yang baik dan idaman untuk suami juga ibu mertua karena rajin serta handal belanja. Hihi boleh kan ya mengkhayal dulu.
Adakah yang tahu perbedaan ikan gembolo sungai dan gembolo biasa? Jujur aku tidak tahu semua jenis ikan yang ada. Hanya saja saat itu ada permintaan untuk membeli ikan gembolo. Dan ternyata, di pasar, ikan gembolo ada dua jenis. Di sana aku mulai bingung. Aduh, ini ikannya yang mana, tanda tanya besar di kepala ini. Sepertinya yang murah deh karena biasa minta yang murah dan banyak hihi—wong Bengkulu nian nak murah, elok jugo banyak.
Aagghhh.
Rasa segar di tenggorokan setelah minum air dingin. Hilang sudah letih, lesu, dan lelah setelah ke sana kemari mencari arah, eh mencari sayur maksudnya. Let’s go waktunya kembali ke habitat. Semua pesanan sudah kami siapkan dan pisahkan. Pelanggan tinggal mengambil ke toko seperti biasanya.
“Ini ikannya kenapa yang kayak gini yaa? Kan saya minta gembolo,” protes seorang pelanggan kepada kami. Sontak kami saling lirik.
“Maaf Pak, ini ikan gembolo, dan om yang jual bilang ini ikan gembolo pak,” jawab kami.
“Oh tapi saya mau yang satu lagi coraknya seperti batik gitu loh,” sahut si bapak.
“Tapi harganya yang itu lumayan mahal Pak, kami kira tidak mau yang itu”, jawab kami sambil cengir merasa bersalah.
“Tidak apa, justru itu, ikannya lebih enak bagi saya,” sahut beliau.
Menjadi pengalaman dan pengetahuan baru perkara si gembolo ini. Ternyata si bapak lebih tahu mengenai dunia perikanan. Jadi salut deh hihihi. Selesai sudah pekerjaan hari ini. Aku melangkah pulang dengan hati gembira lalu menikmati empuknya kasur. Sampai jumpa dalam cerita selanjutnya ya.




Leave a Reply