
Malam tiba. Rumahku sepi sekali. Anak-anak ke masjid sama bapaknya. Aku di rumah sendiri, diterangi cahaya lembut dari lampu ruang tamu. Aku duduk di kursi, lelah setelah seharian beraktivitas.
Mataku menuju tumpukan PR anak yang belum aku periksa. Biasanya, setelah selesai salat magrib lalu makan malam, mereka menyusun jadwal dan membuat PR. Aku berbagi tugas dengan suami. Untuk PR sekolah, mereka selalu belajar dengan bapaknya sementara aku biasalah uprek-uprek di dapur, beberes rumah.
Di antara tumpukan kertas dan buku, ada satu kertas yang menarik perhatianku. PR agama anakku perintahnya mengisi dua kolom. Kolom pertama mengisi sesuatu yang harus kita syukuri sedangkan kolom dua cobaan dalam kehidupan. PR itu membuatku penasaran.
Aku baca PR agama anakku yang ditulis dengan tangan kecilnya. Saat membaca kalimat bagian kolom kedua bagian cobaan dalam kehidupan, dia menulis begini: cobaan ketika dimarahi Ibu. Hatiku tersentuh, tidak bisa membendung air mata.
Aku teringat ketika marah padanya. Aku tidak sabar dengan tingkah lakunya yang kadang-kadang membuat kesal. Aku tidak menyadari anakku merasa sedih ketika aku memarahinya. Aku merasa bersalah karena tidak bisa menjadi ibu yang lebih sabar dan pengertian.
Aku memutuskan untuk berbicara dengan anakku tentang PR agamanya. Aku ingin tahu lebih banyak tentang apa yang dia rasakan ketika aku marah kepadanya. Aku ingin menjadi ibu yang lebih baik, yang bisa membuat anakku merasa dicintai dan dihargai.
Saat berbicara dengannya, aku mendengarkan dengan hati yang terbuka. Aku mendengarkan ceritanya tentang ketakutan dan rasa sedihnya. “Mas gak suka Ibu marah-marah,” katanya yang membuatku sedih mendengarnya. Lalu aku mendengarkan tentang bagaimana dia ingin membuat aku bangga dan bahagia.
Aku merasa terharu dan bersyukur memiliki anak yang begitu baik dan pengertian. Aku berjanji kepada diri sendiri untuk menjadi ibu yang lebih sabar dan pengertian. Aku memeluk anakku erat-erat seraya bersyukur memiliki dia dalam hidupku. Aku berdoa agar bisa menjadi ibu yang lebih baik, yang bisa membuat anakku merasa bahagia dan dicintai




Leave a Reply