Untuk Semua Perempuan Muda di Dunia: BB Naik? Santai Saja sih..

Dok.Wikihow

Dagdigdug…

Jantungku berdetak kencang. Aku kebingungan saat melihat jarum timbangan yang semakin hari makin ke kanan.  Hah tidak! Pasti timbangannya rusak. Begitu pikirku dalam hati. Aku merenung memikirkan penyebab begitu cepatnya kenaikan berat badan itu, sesuatu yang sangat ditakuti seluruh wanita di muka bumi.

Yang aku ingat, hari-hariku dipenuhi camilan dan susu. Kala pikiran sedang tidak baik baik saja aku cari jajanan dan susu untuk mengembalikan semangat yang membara.Padahal itu hanya alibi, memang mulut ini saja yang mau mengunyah terus hihihi.

Satu persatu celana menyempit. Tidak bisa lagi aku pakai. Aku pernah mencoba lagi, barangkali masih bisa dipakai, eh malah sobek. Huahhhh tidak itu sangat memalukan. Aku sisihkan tujuh lembar celana kesayanganku dari dalam lemari. Dengan berat hati aku masukan mereka ke dalam laci pakaian tidak terpakai.

Aku buka e-commerce. Beli celana baru, karena tidak punya celana untuk bepergian. Lagi dan lagi aku syok melihat pengeluaranku yang luar biasa, melebihi budget yang sudah dirancang sebelumnya. Lenyap sudah sisa sisa kehidupanku untuk satu bulan ini, dan aku harus menahan agar tidak terlalu banyak jajan huhu.

Jarum timbangan menunjuk angka 62, terberat selama 25 tahun ini. Aku bertekad menurunkan berat badan. Puasa Senin Kamis aku lakukan agar tubuhku tetap pulen dan gemoy. Banyak orang yang bilang padaku: sudah cukup segitu saja karena terlihat lebih segar dan berisi, jangan naik lagi takutnya terlihat pendek dan bantat.

Namun, aku tidak PD kalau harus lebih dari ini. Tuhan ingatkan hambamu yang suka khilaf ini untuk tidak ngemil terus.

“Cuaca dingin nih, enak banget kalau makan mie,“ ajak rekan kerjaku.

“Hayuk kita pesen “ jawabku.

Dengan senang hati aku mengiyakan ajakannya, sampai akhirnya setelah makan aku baru teringat kalau sedang diet ketat. Ahhhhh lagi lagi aku tidak bisa menahan diri dari godaan makanan.

Tapi tak apa. Aku selalu bersyukur atas nikmat yang Tuhan. Alhamdulillah masih bisa menikmati semua yang aku inginkan. Timbangan yang semakin ke kanan hanyalah warna- warni kehidupan yang menandakan aku bahagia. Semoga seluruh wanita di muka bumi ini tidak lagi mempermasalahkan hal ini. Hiduplah bahagia, damai selalu dengan segala nikmat yang ada.