
Waktu SMP, aku pengen punya HP Nokia seri N-GAGE. Entah kenapa saat itu menurutku HP itu kelihatan keren banget. Desainnya beda, tombolnya unik, menggiurkan pokoknya.
Setiap kali lihat teman bawa HP itu saat kerja kelompok, hati rasanya campur aduk. Bukan iri yang berlebihan, tapi lebih pertanyaan yang tidak ada jawabannya kayak kapan ya aku bisa punya sesuatu yang aku ingin itu. Hanya melihat dari jauh atau pinjam sebentar itu pun rasanya udah senang banget.
Pulang kerja kelompok, suka ngebayangin kalau suatu hari punya HP itu. Mau diisi lagu apa, game apa, dan mau dipakai buat apa aja. Semua ada dalam kepala. Terencana.
Tapi ya namanya juga masih SMP, uang jajan pas-pasan. Minta orangtua juga tidak berani dan gak mungkin dikasih, yang ada malah diceramahin panjang lebar. Gak dapat HP, eh yang ada dapat hikmahnyai hehe.
Akhirnya keinginan itu cuma jadi angan-angan. Waktu berjalan, lulus, masuk fase hidup yang baru, dan pelan-pelan keinginan itu hilang begitu saja, tergeser kebutuhan lain yang lebih nyata.
Sekarang, ketika sudah lebih dewasa dan sebenarnya mampu untuk beli N GAGE idaman, justru barang itu sudah nggak ada lagi di pasaran. HP itu sekarang cuma jadi kenangan. Tapi ini bukan soal HP, melainkan perasaan yang dahulu pernah polos dan sederhana.




Leave a Reply