
Baru saja kemarin aku bilang nggak pernah diganggu makhluk halus seperti teman-teman selama tinggal di wisma Mathagia, eh kemarin akhirnya dapat gangguan juga. Datang juga giliranku ternyata.
Nah, jadi gini ceritanya. Waktu itu Selasa malam aku kerja dari jam 12 siang sampai 8 malam. Setelah habis jam kerja, aku langsung beres-beres lanjut mandi. Setelah itu rebahan di kasur sambil main HP.
Kebiasaan kami jika toko sudah tutup jam 11 malam maka yang jaga harus menitipkan kunci ke mes atau ke aku. Waktu itu terdengarlah suara rolling door ditarik, tanda toko sudah tutup. Aku menunggu kunci dan saat itu mendengar suara Kak Penti memanggilku di depan pintu dengan suara khasnya.
“Dek, Dek..rol. Nitip kunci,” kata Kak Penti dengan dialek khasnya.
Aku bangkit dari kasur lalu membuka pintu mes. Anehnya di depan pintu Kak Penti tidak tampak. Tidak ada tanda-tanda Kak Penti juga di sekitar, baik suara atau langkah kakinya Karena takut aku langsung balik ke kamar secepat kilat.
Paginya aku belanja keperluan Mathagia sama Kak Penti dan Kak Jeni. Ingatlah aku akan peristiwa tadi malam di mes itu lalu aku segera tanyakan apakah tadi malam dia memanggilku untuk menitip kunci atau tidak. Aku ceritakan kronologinya.
Mereka kaget dong. Soalnya kata mereka kunci diantarkan ke rumahku karena dia melihat aku dan Kak Fenti ke pasar. Makanya, kata Kak Jeni, kunci tidak diantar ke mes. Mendengar itu aku keringatku mengucur deras. Jadi, suara siapa yang aku dengar tadi malam? Lantas siapa pula yang mereka lihat saat toko tutup?




Leave a Reply